Macam-macam Penyakit Stroke

0
120
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Stroke terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke otak sehingga menyebabkan fungsi otak atau tubuh menjadi berubah. Perubahan aliran darah menyebabkan kurangnya nutrisi, terutama oksigen ke otak. Tanda-tanda stroke tergantung pada sisi otak yang dipengaruhi, bagian otak yang terkena, dan tingkat cedera otak. Oleh karena itu, setiap orang mungkin memiliki tanda-tanda peringatan stroke yang berbeda. Stroke dapat menimbulkan sakit kepala, atau mungkin sama sekali tidak menyakitkan.

Gangguan neurologis yang dirasakan karena stroke terbagi 3 bagian yang saling berhubungan, diantaranya dalam fungsi motorik, fungsi sensibilitas dan kehilangan kesadaran. Singkatnya, kehilangan kesadaran terjadi dalam waktu sekejap dan dapat berujung pada kondisi koma.

Sedangkan dampak pada fungsi motorik, gejala yang paling awal disadari oleh penderita adalah kelumpuhan separuh badan, wajah yang tidak simetris dan kesulitan dalam berbicara secara jelas. Pada fungsi sensibilitas, ada situasi seperti mati rasa, kulit serasa tebal, kesemutan, pingsan hingga terjadinya kebutaan. Secara umum, ada 3 jenis stroke, yaitu:

  1. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan di dalam otak. Setelah pendarahan mulai memperlambat dan menggumpal, jaringan di sekitarnya menjadi terkompresi dan mulai mati. Perdarahan ini dapat terjadi karena trauma seperti cedera kepala, atau pembuluh yang melemah di kepala menjadi pecah.

Stroke hemoragik disebabkan oleh pembuluh darah yang bocor atau pecah di dalam atau di sekitar otak sehingga menghentikan aliran darah ke jaringan otak. Selain itu, darah membanjiri dan memampatkan jaringan otak sekitarnya sehingga mengganggu atau mematikan fungsinya. Stroke hemoragik menyumbang sekitar 10 persen dari semua kasus stroke dan dapat dengan cepat berakibat fatal.

  1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ke otak mengalami gangguan. Sebagian besar kasus stroke masuk ke dalam kategori ini. Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah di pembuluh darah terpotong atau diblokir. Stroke iskemik terjadi bila pembuluh darah yang memasok darah ke otak tersumbat.

Jenis stroke ini merupakan jenis yang paling umum. Sembilan puluh persen kasus stroke termasuk ke dalam kategori iskemik. Kondisi yang mendasari stroke iskemik adalah penumpukan lemak yang melapisi dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Kolesterol, homocysteine dan zat lainnya dapat melekat pada dinding arteri, membentuk zat lengket yang disebut plak. Seiring waktu, plak ini semakin menumpuk. Hal ini membuat darah sulit mengalir dengan baik dan menyebabkan bekuan darah (trombus).

Gumpalan darah adalah penyebab pembuluh darah menjadi tersumbat. Penggumpalan darah yang membuat masalah dengan pasokan darah lokal ke otak, disebut stroke trombotik. Sedangakan stroke yang disebabkan oleh gumpalan darah dari gelembung udara atau pecahan lemak (emboli) yang terbentuk di bagian tubuh lain seperti jantung dan pembuluh aorta di dada dan leher, yang terbawa aliran darah ke otak disebut stroke embolik.

  1. Transient Ischemic Attack (TIA)

Stroke ringan atau yang dikenal secara medis sebagai transient ischemic attack (TIA) terjadi ketika pasokan oksigen ke bagian tertentu dari otak terhalang sementara, lalu kembali normal. Halangan tersebut biasanya disebabkan oleh penyempitan arteri otak karena aterosklerosis atau gumpalan darah kecil yang terbawa masuk dari tempat lain dalam tubuh dan menyumbat arteri otak.

Stroke ini kadang-kadang disebut mini-stroke karena gumpalan atau penyumbatan terjadi di otak, tapi gejala mereda dalam waktu 24 jam. Sebagian besar orang yang memiliki TIA dapat pulih cukup baik. Meski ringan, stroke jenis ini tetap perlu mendapat penanganan medis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY