Macam-macam Program Bayi Tabung

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu tujuan membina kehidupan rumah tangga adalah memiliki keturunan yang nantinya bisa dijadikan sebagai penerus keluarga. Sayangnya, tidak semua pasangan bisa mendapatkan keturunan dengan cara yang normal. Namun, sejumlah cara bisa ditempuh agar pasangan suami-istri yang belum dikaruniai keturunan bisa memiliki anak. Salah satunya melalui proses bayi tabung.

Sampai saat ini, masih cukup banyak masyarakat yang bertanya-tanya seperti apa itu bayi tabung. Tidak sedikit masyarakat awam menganggap bayi tabung adalah bayi yang diletakkan di dalam tabung. Selain itu, masih banyak juga yang beranggapan program bayi tabung hanya terdiri dari satu macam. Padahal, bayi tabung memiliki berbagai macam program yang bisa dipilih.

Pada umumnya, jenis-jenis teknik bayi tabung dapat dijelaskan di bawah ini:

  • In Vitro Fertilization (IVF)

Teknik IVF diperkenalkan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Robert Edward pada tahun 1950-an. Ia melakukan riset bersama Patrick Steptoe, seorang ahli bedah kandungan. Pada teknik ini, 50 ribu hingga 100 ribu sperma dipertemukan dengan satu buah sel telur di dalam cawan yang berisi medium kultur sehingga terjadi pembuahan. Kelebihan dari teknik IVF antara lain sangat mudah dilakukan, biayanya relatif murah, dan tidak ada manipulasi pada sel telur (lebih bersifat alami). Namun, kelemahannya jika sperma bermasalah, maka sperma tidak akan mampu menembus sel telur sehingga pembuahan tidak bisa terjadi.

  • In Vitro Maturation (IVM)

Ini adalah pematangan sel telur di luar tubuh. Sel telur yang belum matang diambil lewat operasi kecil untuk ‘dimatangkan’ di laboratorium. Setelah sel telur matang, pembuahan dilakukan. Sel telur kemudian ‘disimpan’ lagi selama beberapa hari untuk menunggu terbentuknya embrio. Setelah itu, embrio ditanamkan ke dalam rahim. Kandidat yang baik untuk menjalani teknik ini adalah wanita yang berusia di bawah 35 tahun karena pada rentang usia tersebut sel telurnya diharapkan masih banyak dan kondisinya masih baik. Selain itu, IVM juga disarankan bagi wanita yang menderita Polycystic Ovarian Syndrome, yaitu ketidakseimbangan hormon yang mengakibatkan masalah menstruasi, kista ovarium, dan infertilitas.

  • Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI)

Jika suami mengalami kasus Azoospermia (tidak ada sperma yang keluar bersama air mani) atau sperma yang sangat sedikit jumlahnya atau sangat jelek kualitasnya, teknik ini sangat membantu. Teknik ini didukung dengan sistem pengambilan sperma langsung dari testis atau teknologi simpan beku sperma (sperma dibekukan dahulu sampai saatnya diperlukan). ICSI adalah teknik injeksi dengan cara menyuntikkan satu sperma langsung ke dalam satu sel telur sehingga terjadi pembuahan. Teknik ini bermanfaat untuk mengatasi ketidaksuburan bagi pria. Hanya, teknik ini sangat sulit dilakukan karena membutuhkan alat khusus yang disebut micromanipulator sehingga membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here