Macam Penyebab Kontrasepsi Mudah Buyar atau Hilang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada zaman dahulu orang berpendapat bahwa banyak anak maka banyak rezeki pula. Di era modernisasi sepertinya pendapat tersebut sudah jarang orang yang meyakininya meskipun kadangkala masih ada beberapa orang yang menyetujui pendapat tersebut. Semakin banyak anak maka semakin banyak pula resiko dan beban yang akan di tanggung oleh kedua orangtuanya. Bukan hanya masalah materi, tetapi memiliki banyak anak akan beresiko bagi kesehatan ibu secara fisik maupun psikologi serta memiliki banyak anak akan beresiko pada masa kehamilan dan persalinannya. Untuk itu pemerintah membatasi jumlah anak dengan melalui program keluarga berencana (KB).

Keluarga berencana merupakan suatu upaya untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibuat beberapa alternatif untuk menunda kehamilan, cara tersebut disebut dengan kontrasepsi. Jenis kontrasepsi yaitu kontrasepsi hormonal (pil, suntik dan AKBK), kontrasepsi alamiah (diafragma, MAL, kondom, coitus interuptus, dll), kontrasepsi AKDR, kontrasepsi mantap (tubektomi dan vasektomi). Setiap jenis kontrasepsi memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Selain itu setiap jenis kontrasepsi memiliki tingkat efektifitas berbeda-beda, untuk itu jenis kontrasepsi apapun tidak 100% dapat mencegah atau menunda kehamilan.

Sudah memakai alat kontrasepsi tetapi masih bisa hamil? Apa penyebab kontrasepsi mudah buyar (hilang)?

  1. Anda sedang mengkonsumsi rifamfisin

Apabila anda sedang meminum obat rifampisin maka obat tersebut akan mempengaruhi penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil, patch, cincin vagina dan jenis kontrasepsi hormonal lainnya karena obat tersebut termasuk jenis antibiotik sprektrum luas. Selain rifampisin obat antikonvulsan seperti infeksi jamur dan obat HIV juga dapat mempengaruhi cara kerja kontrasepsi hormonal. Sebaiknya apabila anda sedang mengkonsumsi obat tersebut sebaiknya tanya lebih detail kepada dokter obgyn mengenai interaksi obat dengan kontrasepsi yang anda pilih

  1. Tidak konsisten

Apabila anda telah memiliki kontrasepsi yang memiliki efektifitas yang tidak begitu tinggi sebaiknya anda tetap konsisten dalam menggunakannya. Contohnya apabila anda menggunakan pil dianjurkan anda tetap rutin untuk meminumnya. Apabila anda melewatkan tiga kali berturut-turut tidak mengkonsumsi pil kombinasi maka selama 7 hari kedepan dalam kondisi tidak aman dan akan beresiko terjadinya kehamilan. untuk itu dalam dunia kebidanan pada saat anda melakukan senggama tanpa menggunakan kontrasepsi apabila tidak ingin hamil diberikan kontrasepsi darurat. Dalam buku Affandi dijelaskan ada dua jenis kontrasepsi darurat yaitu pik kondar dan AKDR.

  1. Keliru dalam memilih kotrasepsi

Setiap jenis kontrasepsi memiliki efektifitas yang berbeda dan baik digunakan pada orang yang berbeda. Seperti contohnya bagi ibu menyusui disarankan untuk memakai kontrasepsi yang tidak mengandung hormon estrogen karena hormon tersebut dapat mempengaruhi ASI. Sebaiknya ibu menyusui dianjurkan mengkonsumsi mini pil karena pil tersebut hanya mengandung hormon progesteron.

  1. Tidak berhati-hati dengan kuku panjang

Apabila anda memilih kontrasepsi alami seperti kondom tentunya memiliki kuku panjang merupakan salah satu penyebab kontrasepsi menjadi hilang. Karena kuku panjang dapat menyebabkan kondom menjadi bocor.

  1. Tidak memiliki kontrasepsi cadangan

Sebagian orang banyak yang memilih kontrasepsi alami sebagai pilihannya seperti coitus interuptus, kondom, metode suhu basal, sistem kalender dan lain sebagainya. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Sebagai kosekuesinya apabila anda kurang memahami dan tidak cerdik dalam melakukannya maka resiko terjadinya kehamilan sangat tinggi. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here