Magnesium Kurangi Risiko Diabetes

Di antara mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan yang optimal, magnesium merupakan salah satu mineral terpenting. Studi menyebutkan bahwa magnesium memiliki peran penting dalam mengatur ratusan proses biokimia dan sistem fisiologis yang menangani kesehatan sistem metabolisme dan sistem peredaran darah.

Sebagian besar magnesium di dalam tubuh ditemukan dalam sistem rangka tubuh. Kandungan magnesium lainnya terdapat di dalam sel-sel jaringan lunak seperti otot, ginjal dan hati dan dalam cairan intraselular. Magnesium yang terdapat di dalam sel-sel dan cairan intraseluler berperan penting untuk mengatur lebih dari 300 reaksi biokimia tubuh. Magnesium juga berperan dalam mengatur glukosa darah, serta menjaga jantung tetap berdetak secara teratur dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Studi menunjukkan bahwa orang yang mengalami defisiensi magnesium memiliki risiko terkena diabetes tipe-2 dan retinopati diabetes yang parah. Magnesium dalam hal ini berperan dalam metabolisme karbohidrat dan berpengaruh terhadap proses pembuangan kotoran serta aktivitas insulin. Telah terbukti bahwa untuk setiap 100 miligram kenaikan asupan magnesium setiap hari, bisa menurunkan risiko pengembangan diabetes tipe-2 hingga 15 persen.

Studi lain, yang diterbitkan dalam Journal of Human Nutrition & Food Science mengungkap bahwa mencukupi asupan magnesium membantu memerangi diabetes dan kondisi terkait seperti sindrom metabolik, obesitas, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Studi ini menemukan bahwa peserta studi yang memenuhi asupan magnesium harian yang direkomendasikan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, diabetes, sindrom metabolik, tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, dibandingkan dengan mereka yang tidak memenuhi standar minimum asupan magnesium.

Para peneliti setuju bahwa asupan magnesium berkaitan erat dengan pola diet sehat dan perilaku gaya hidup lainnya, sehingga hal ini harus ditafsirkan hati-hati. Meskipun demikian, bukti menunjukkan bahwa tetap ada hubungan yang kuat antara asupan magnesium dan risiko diabetes. Hubungan magnesium dan diabetes ditunjukan oleh peran magnesium dalam mempertahankan homeostasis glukosa serta mengatur sekresi dan sensitivitas insulin. Oleh karena itu, tidak mengherankan penelitian menemukan bahwa seseorang cenderung mengalami gangguan kontrol metabolik, penurunan sensitivitas insulin, atau gangguan sekresi insulin ketika mereka kekurangan asupan magnesium.

Pentingnya konsumsi magnesium mungkin belum begitu banyak dikenal, sehingga sebagian besar orang masih banyak yang mengabaikan konsumsi magnesium dalam makanan mereka. Para ahli gizi merekomendasikan 250-350 mg per hari dari suplemen magnesium untuk orang dewasa. Selain dapat diperoleh dari suplemen, magnesium juga terdapat di dalam berbagai makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, yoghurt, gandum, beras merah, tahu, dan kacang kedelai.

 *pic innotechnutrition.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here