Makanan dan Minuman Pemicu Asam Lambung saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Asam lambung tinggi merupakan masalah pencernaan yang cukup sering menggangu kenyamanan orang yang sedang berpuasa. Asam lambung adalah cairan pencernaan terdiri dari asam klorida yang dihasilkan perut. Cairan ini dibutuhkan untuk mencerna makanan dan membunuh bakteri berbahaya yang tertelan ke dalam sistem pencernaan. Namun, produksi asam yang berlebihan di perut berpotensi menyebabkan penumpukan gas di perut sehingga perut menjadi kembung atau dikeluarkan melalui sendawa atau kentut.

Sepanjang hari, tubuh secara konstan memproduksi asam lambung. Makan besar dapat menyebabkan produksi asam lambung berlebih. Selain itu, ada makanan dan minuman tertentu yang dapat meningkatkan produksi asam lambung berlebih terutama bagi penderita maag. Dengan demikian, bila Anda rentan bermasalah dengan asam lambung, identifikasi makanan dan minuman apa saja yang dapat memicu tingginya asam lambung sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan nyaman.

  • Makanan yang mengandung gas

Kebanyakan makanan yang mengandung karbohidrat dapat menghasilkan banyak gas. Sebaliknya, lemak dan protein hanya menghasilkan sedikit gas. Akan tetapi, makanan yang menghasilkan banyak gas pada satu orang mungkin tidak menyebabkan hal serupa pada orang lain. Hal ini tergantung pada seberapa baik tubuh seseorang mencerna karbohidrat dan jenis bakteri yang hadir dalam usus. Secara umum, makanan yang berpotensi menyebabkan produksi gas berlebih meliputi kembang kol, kubis, pir, apel, buah persik, soda, susu dan produk olahan susu.

  • Makanan dan minuman yang mengiritasi dinding lambung

Karena fungsinya sebagai organ pencernaan, lambung selalu berinteraksi dengan berbagai jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Ada beberapa makanan yang berpotensi mengiritasi dinding lambung jika dikonsumsi berlebihan. Ini seperti makanan asam dan makanan pedas. Selain pantangan khusus bagi penderita maag, setiap orang juga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi kedua jenis makanan tersebut secara berlebihan. Makanan yang dianggap sehat juga bisa masuk ke dalam kategori makanan yang berpotensi mengiritasi dinding lambung. Sebagai contoh, tomat dan jeruk. Kedua jenis buah tersebut memiliki kadar asam yang tinggi sehingga berpotensi memicu peningkatan asam lambung.

  • Makanan yang sulit dicerna

Pengosongan lambung yang lebih lama dari biasanya akan membuat lambung bekerja lebih keras. Ini mengakibatkan tubuh secara otomatis memproduksi asam lambung tambahan untuk membantu mencerna makanan. Jenis makanan yang sulit dicerna seperti daging dan makanan berlemak dapat memicu pelepasan asam lambung ekstra. Jika dikonsumsi terus-menerus, produksi asam lambung berlebihan semakin lama dapat mengiritasi dinding lambung hingga akhirnya timbul luka atau tukak di lambung. Jika dibiarkan, kondisi dapat berkembang menjadi masalah lambung yang lebih serius.

  • Makanan yang melemahkan klep kerongkongan

Produksi asam lambung berlebih merupakan salah satu faktor untuk GERD (gastroesophageal reflux disease). GERD umumnya disebabkan oleh melemahnya otot cincin atau klep yang ada di antara perbatasan kerongkongan dan lambung. Beberapa makanan tertentu dapat melemahkan klep ini, seperti cokelat, gorengan dan makanan tinggi lemak lainnya.

  • Minuman berkafein dan soda

Konsumsi yang mengandung kafein seperti kopi secara berlebihan dapat menguras cairan tubuh. Pada lambung, kafein dapat mengurangi kadar air alami lambung. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan asam lambung sehingga asam lambung bisa lebih cepat meningkat. Selain itu, soda atau minuman berkarbonasi merupakan jenis minuman yang memiliki kadar keasaman yang tinggi sehingga berpotensi mengacaukan stabilitas produksi asam lambung.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY