Makanan Dengan Sifat Antibiotik Alami

SehatFresh.com – Makanan tertentu dianggap sebagai makanan fungsional, karena mengandung sifat penyembuhan melebihi nilai gizi dasar. Makanan tersebut dapat merangsang fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan terhadap infeksi, dan menghambat aksi patogen, berkat sifat antibiotik alami yang dimilikinya.

  • Buah dan sayur yang mengandung vitamin C

Buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin C yang dapat menangkal infeksi. Vitamin C membantu untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan resistensi terhadap infeksi. Sumber makanan terbaik dari vitamin C termasuk stroberi, nanas, kiwi, buah jeruk, melon, semangka, brokoli, kubis, kale dan kembang kol. Menurut buku “Healing Foods”, air jeruk nipis adalah antibiotik alami yang efektif menghambat perkembangan kolera (penyakit bakteri dalam usus).

  • Bawang putih

Bawang putih memiliki senyawa antibakteri dan antijamur, yaitu allicin. Menurut sebuah studi oleh D.C.J. Maidment, diterbitkan dalam edisi 1999 dari “Nutrition and Food Science”, peningkatan konsentrasi bawang putih mengurangi jumlah bakteri mikroorganisme E. coli dan staphylococcus albus. Namun, efek antibakteri bawang putih bisa berkurang setelah 30 menit terpapar panas.

  • Horseradish (lobak pedas)

Menurut buku “Healing Foods”, horseradish membantu melindungi dari penyakit bawaan makanan. Senyawa kimia allyl isothiocyanate, yang terbentuk ketika lobak dipotong, adalah konstituen aktif untuk efek antibakteri.

  • Minyak kelapa

Ahli gizi dan ahli biokimia Dr. Mary G. Enig, PhD, menyatakan bahwa asam lemak rantai menengah yang ditemukan dalam minyak kelapa memiliki efek antibakteri, antivirus dan antiprotozoal. Menurut buku “Healing Foods”, asam lemak rantai menengah dalam minyak kelapa, khususnya asam laurat, membantu menghancurkan patogen dengan melarutkan lipid dan fosfolipid.

  • Minyak oregano

Menurut “Healing Foods”, bahan aktif timol dan carvacrol dalam minyak oregano terbukti menghambat pertumbuhan bakteri yang sering dikaitkan dengan infeksi kulit, yaitu aeruginosa pseudomonas dan staphylococcus aureus.

  • Kayu manis dan madu

Dr Nizar Haddad, direktur dari Bee Research Unit di National Center for Agricultural Research and Technology Transfer di Yordania, mengatakan bahwa madu telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun untuk menekan pertumbuhan bakteri dan jamur. Efek antibakterinya aktif terhadap setidaknya 60 strain bakteri, termasuk bakteri gram positif dan gram negatif.

Menurut buku ” Alternative Medicine: The Definitive Guide”, sifat-sifat penyembuhan kayu manis berasal dari minyak esensial yang ditemukan dalam kulit kayunya. Menggabungkan kayu manis dan madu memberi efek antibiotik yang luar biasa.

  • Makanan berprobiotik

Probiotik (lactobacillus acidophilus dan bifidobacteria) memiliki efek antiobiotik secara tidak langsung, karena membantu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam saluran pencernaan, yang pada gilirannya, membantu melawan mikroorganisme invasif. Menurut buku “Healing Foods”, bifidobacteria adalah organisme utama yang ditemukan dalam air susu ibu dan efektif melawan berbagai organisme penyebab penyakit.

Sumber gambar : pondokibu.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY