Makanan untuk Meningkatkan Hormon Testosteron

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah ada di antara pembaca yang sedang mencari pengetahuan mengenai hormon testosteron? Jika benar, maka informasi mengenai hormon testosteron berikut ini layak untuk disimak! Sekedar info pengantar, testosteron merupakan hormon steroid dari kelompok androgen.

Penghasil utama hormon testosterone yakni testis pada jantan serta indung telur (ovari) pada betina. Meski demikian sejumlah kecil hormon ini juga diciptakan oleh zona retikularis korteks kelenjar adrenal. Hormon testosterone adalah hormon seks jantan utama dan bisa juga disebut steroid anabolik.

Sama halnya pada jantan maupun betina, hormon testosteron memiliki peran penting bagi kesehatan seseorang. Fungsi utamanya adalah membangkitkan energi, libido, fungsi imun, hingga perlindungan terhadap osteoporosis. Secara umum jantan dewasa memproduksi testosteron kurang lebih dua puluh kali lebih banyak, ketimbang betina dewasa. (Pearce, 2010).

Makanan yang berfungsi meningkatkan hormon testosteron

  1. Mengkonsumsi tiram

Tiram (kerang) terbukti banyak mengandung magnesium, protein, dan zinc. Zinc memiliki peranan penting dalam pembentukan otot dan tingkat testosteron.

  1. Mengkonsumsi telur

Telur adalah sumber kolestrol dan protein. Seperti yang diketahui jika testosteron dihasilkan dari proses sintesis antara protein dan kolesterol. Telur memang layak dikonsumsi, terlebih kadar kolesterol yang terkandung sangat tidak membahayakan bagi tubuh.

  1. Mengkonsumsi daging merah

Daging merah yang tidak berlemak merupakan sumber makanan yang sangat baik. Daging merah mengandung zat besi, protein, magnesium, serta zinc. Daging merah juga bahan makanan yang cukup baik dalam pertumbuhan hormon testosteron. Hal itu karena daging sapi mengandung protein dan zinc, yang merupakan faktor terpenting menghasil testosteron.

  1. Mengkonsumsi kacang-kacangan

Seperti yang diketahui jika kacang-kacangan mengandung protein, serat serta zinc yang cukup banyak. Dengan kandungan protein dan zinc, kacang-kacangan dapat membantu dalam pertumbuhan hormon testosteron. Kacang-kacangan juga bisa menjaga kesehatan saluran pencernaan, serta mengendalikan berat badan.

  1. Mengkonsumsi sayur hasil penyilangan

Sayur-sayuran hasil penyilangan yang dimaksud ini bersumber dari phytochemicals. Pada sayuran itu terdapat serat serta indole-3-carbinol. Indole-3-carbinol rupanya cukup baik untuk mengubah hormon estradiole, menjadi hormon yang membantu sistem sintesis pada  testosteron. Contoh sayuran yang seperti ini antara lain kembang kol, brokoli, bokchoy, collard greens, turnip greens, rutabaga, daikon, atau radishes.

  1. Mengkonsumsi madu

Madu memiliki kandungan chrysin, yakni sejenis bioflavonoid yang berfungsi sebagai penghambat rasa yang potensial. Misalnya saja binaraga menggunakan suplemen testosteron boosting, dengan tujuan mampu menghambat enzim rasa sehingga menjadi sedikit jumlah testosteron yang berubah menjadi estrogen.

  1. Mengkonsumsi bawang putih

Bawang putih walaupun memiliki bau yang menyengat, nyatanya tanaman tersebut merupakan sumber nutrisi yang diistilahkan allicin. Mengkonsumsi bawang putih dapat meningkatkan testosteron, sekaligus menghambat cortisol. Cortisol merupakan hormon yang bersaing dengan testosterone.

  1. Mengkonsumsi buah-buahan

Jangan lupa untuk mengkonsumsi buah-buahan, karena mampu menghasilkan serat dan antioksidan. Peran dari antioksidan antara lain memperbaiki ketidakseimbangan hormon. Buah selain sebagai sumber serat dan nutrisi, juga dapat menstabilkan berat badan yang  berpengaruh pada tingkat testosteron. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here