Makanan yang Baik Untuk Sahur

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Orang yang berpuasa memang cenderung merasa lemas dan lesu. Namun, bukan berarti puasa menjadi alasan untuk malas-malasan. Ketika berpuasa, metabolisme tubuh menurun sehingga tubuh pun cenderung lemas dan tidak bersemangat. Untuk mencegah hal tersebut, kuncinya ada pada yang Anda makan terutama makanan saat sahur. Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting ketika akan berpuasa. Sayangnya, karena harus bangun dini hari, banyak orang memilih menu sahur cepat saji dan asal jadi seperti mie instan. Kebiasaan makan sahur seperti itulah yang membuat tubuh cenderung lesu di siang hari. Bila menu sahur Anda tepat dan kaya nutrisi, puasa tidak akan menjadi alasan untuk tidak produktif. Agar tubuh tetap bugar selama berpuasa, pastikan menu sahur Anda mengandung komponen-komponen berikut ini:

  • Karbohidrat kompleks. Karbohidrat adalah sumber bahan bakar utama bagi tubuh yang menunjang fungsi tubuh. Kurangnya asupan karbohidrat mengakibatkan tubuh menjadi lesu, kurang energi, dan sulit berkonsentrasi, serta mudah tersinggung dan bad mood. Agar tingkat energi lebih stabil saat berpuasa, maka disarankan untuk memasukkan karbohidrat kompleks ke dalam menu sahur Anda. Karbohidrat kompleks kaya akan serat dan lebih sedikit gula ketimbang karbohidrat sederhana sehingga energi akan dilepaskan secara perlahan. Makanan sumber karbohidrat kompleks ini meliputi kentang, roti gandum, nasi merah, oatmeal, buah-buahan, dan sayuran.

Sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering muncul di bulan puasa. Untuk mencegahnya, penuhi kebutuhan serat dengan mengonsumsi buah dan sayuran di waktu sahur. Selain kaya akan serat, buah dan sayuran juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Secara khusus, buah kurma ternyata dianjurkan juga untuk dikonsumsi di waktu sahur, tidak hanya saat berbuka puasa saja. Kandungan serat yang tinggi dalam buah kurma sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan serta gerakan lambung dan usus. Satu hingga tiga butir kurma dapat dikonsumsi usai makan sahur.

  • Protein. Protein akan lebih lama dicerna organ pencernaan. Tubuh tidak mengasup makanan kurang lebih 14 jam sehingga energi yang biasanya diolah menjadi tenaga tidak didapatkan saat berpuasa. Ini membuat orang yang sedang berpuasa cenderung merasa lesu dan malas beraktivitas. Dengan mengonsumsi makanan berprotein saat sahur, pelepasan energi akan lebih konstan sehingga Anda pun tidak terlalu cepat lapar. Asupan protein dapat diperoleh dari daging, telur, ikan, kacang-kacangan, tempe dan tahu.
  • Lemak. Pada dasarnya, lemak diperlukan tubuh sebagai cadangan energi. Lemak dalam menu sahur berperan agar pergerakan makanan di perut menjadi lambat, sehingga Anda tidak cepat lapar. Tapi, sebaiknya memilih lemak sehat, seperti lemak yang terkandung dalam ikan (seperti tuna dan salmon), kacang-kacangan, minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak biji rami. Asupan lemak jenuh, seperti dari gorengan, membuat semakin banyak radikal bebas tertimbun dalam tubuh. Hal ini pada gilirannya mengurangi manfaat sehat puasa secara fisiologis.
  • Air putih. Selama berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Asupan air putih yang cukup saat sahur sangat penting untuk menjaga tingkat hidrasi tubuh. Ketimbang teh manis atau kopi, minum air putih atau jus buah tanpa gula sangat disarankan saat sahur agar tidak mudah haus di siang hari. Kandungan kafein dalam teh atau kopi bersifat diuretik, yaitu merangsang kandung kemih sehingga menyebabkan produksi urin berlebih. Akibatnya, semakin banyak cairan tubuh yang hilang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY