Makanan yang tidak Baik untuk Sahur

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Makan sahur merupakan rutinitas ketika menjalankan ibadah puasa khususnya di bulan Ramadhan. Makan sahur juga ternyata lebih penting ketimbang berbuka puasa. Untuk itu, tubuh harus dibekali nutrisi yang cukup agar tetap bernergi dan produktif saat puasa. Menu sahur haruslah sehat dan bernutrisi. Sayangnya, karena alasan kepraktisan, banyak orang mengonsumsi makanan asal jadi saat sahur. Memilih makanan yang praktis memang tidak salah, tetapi harus diperhatikan pula kandungan gizinya.

Karena efeknya kurang baik bagi orang yang berpuasa, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak disertakan ke dalam menu sahur keluarga Anda, yaitu:

  • Mie instan. Mie instan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur ataupun berbuka puasa. Mie instan termasuk ke dalam kategori junk food karena karbohidrat yang dikandungnya adalah karbohidrat sederhana. Dengan demikian, makan mie instan hanya akan membuat Anda lemas dan tidak bertenanga. Apabila dikonsumsi terus menerus, mie instan dapat mengacaukan metabolisme tubuh. Akumulasi zat kimia berbahaya seperti pengawet dan pewarna dalam mie insten akan menjadi toksin yang mengendap di dalam tubuh.
  • Gorengan mengandung lemak jenuh. Pemrosesan lemak dalam suhu tinggi ketika bahan makanan digoreng dapat meningkatkan kadar lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, terutama bila minyak tersebut digunakan untuk menggoreng makanan berulang-ulang. Karena tidak dapat kebutuhan nutrisi tubuh, makan gorengan saat sahur hanya akan membuat Anda cepat lelah dan tenggorokan pun terasa kering. Tentunya, Anda tak ingin puasa menghambat aktivitas bukan? Maka dari itu, gorengan sebaiknya tidak disertakan dalam menu sahur Anda.
  • Makanan yang asin. Menu sahur sebaiknya tidak memiliki rasa asin yang berlebihan. Garam dapat menarik cairan tubuh, sehingga sel-sel tubuh menjadi kekurangan cairan. Untuk itu, makanan tinggi garam seperti ikan asin dan telur asin sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur. Tidak hanya itu, kecap, saus, dan makanan kalengan juga mengandung kadar garam yang tinggi sehingga sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari.
  • Makanan bersantan. Makanan bersantan mengandung lemak dan kalori tinggi. Ini akan membuat sistem metabolisme tubuh dipaksa bekerja keras di pagi hari. Akibatnya, tubuh sudah merasa lapar dan lemas ketika siang hari.
  • Makanan pedas. Rasa pedas memang meningkatkan selera makan. Tapi, makanan pedas berpotensi meningkatkan asam lambung terutama bagi Anda yang menderita sakit maag. Asam lambung yang tinggi membuat proses pencernaan terganggu dan kondisi perut pun akan terasa tidak nyaman. Untuk itu, makanan pedas sebaiknya tidak disertakan dalam menu sahur demi kenyamanan menjalankan ibadah puasa seharian.
  • Makanan asam. Sama halnya seperti makanan pedas, makanan yang sifatnya asam juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur karena dapat merangsang produksi asam lambung perlebih.┬áHal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Terlebih bagi orang yang rentan maag, makanan asam bisa mengganggu kelancaran ibadah puasanya.
  • Karbohidrat sederhana. Untuk tetap bertenaga sehari penuh, tidak cepat lemas, lapar dan mengantuk, hindari konsumsi makanan jenis karbodhidrat sederhana seperti makanan tinggi gula dan tepung-tepungan saat sahur. Ini karena karbohidrat sederhana diubah menjadi energi secara cepat, dan mungkin hanya bertahan dua jam setelah makan. Padahal, puasa berlangsung selama hampir 14 jam. Akibatnya, tubuh akan cepat lemas dan tidak bertenaga seharian. Menurut para pakar kesehatan, makan sahur dengan menyertakan karbohidrat kompleks yang kaya serat (seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, buah dan sayuran) dan protein dapat menyediakan energi lebih lama saat berpuasa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY