Malnutrisi Akibat Kurang Energi Protein

SehatFresh.com – Makanan sangat penting untuk menjaga kesehatan serta menunjang pertumbuhan. Asupan makanan yang tidak memadai bisa berakibat malnutrisi. Malnutrisi sangat berbahaya, terlebih bila terjadi pada anak-anak. Malnutrisi pada anak-anak akan sangat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangannya, karena pada usia inilah asupan nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk membangun tubuh yang sehat dan mental yang kuat.

Malnutrisi khususnya Kurang Energi Protein (KEP) adalah gangguan gizi yang disebabkan oleh kekurangan protein dan atau kalori, serta sering disertai dengan kekurangan zat gizi lain. World Health Organization (WHO) mendefinisikan kekurangan gizi sebagai ketidakseimbangan antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan tubuh untuk menunjang pertumbuhan, pemeliharaan, dan fungsi tertentu. KEP adalah manifestasi dari kurangnya asupan protein dan energi dari asupan makanan sehari-hari yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG), dan mungkin disertai adanya kekurangan dari beberapa nutrisi lain yang turut memengaruhinya.

Penyebab paling umum dari gizi buruk adalah asupan makanan yang tidak memadai baik secara jumlah maupun mutunya. Namun, timbulnya KEP tidak hanya karena makanan yang kurang saja tetapi juga karena penyakit. KEP dapat menyebabkan penyusutan berat badan, pertumbuhan yang terlambat, dan tidak jarang berkaitan dengan kekurangan vitamin dan mineral. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa KEP merupakan salah satu bentuk kurang gizi yang berdampak pada penurunan mutu fisik dan intelektual, serta menurunkan daya tahan tubuh yang berakibat meningkatnya resiko kesakitan dan kematian.

Manifestasi KEP klinis dapat dibedakan menjadi tiga yaitu marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-kwashiorkor. Marasmus terjadi akibat tubuh kekurangan asupan kalori atau karbohidrat, sedangkan kwashiorkor terjadi akibat kekurangan asupan protein, dan marasmic-kwashiorkor merupakan kombinasi keduanya, yang mana akan terjadi jika tubuh kekurangan kalori dan protein.

Keterkaitan antara faktor-faktor asupan nutrisi, cadangan zat gizi dalam tubuh, penyakit infeksi, aktifitas, dan faktor lingkungan sangat penting untuk diperhatikan agar tetap dalam keadaan seimbang dan optimal. Bila keseimbangan ini tidak terjaga, maka akan terjadi perubahan dalam tubuh, di mana terjadi pemakaian cadangan zat gizi yang tersimpan dalam tubuh. Bila hal ini terus berlanjut, maka berangsur-angsur cadangan tubuh akan berkurang dan akhirnya akan habis. Untuk mempertahankan metabolisme sehari-hari, maka terjadi mobilisasi zat-zat gizi yang berasal dari jaringan tubuh. Akibatnya, tubuh akan mengalami penyusutan jaringan tubuh, kelainan metabolisme oleh karena kekurangan zat-zat gizi, kelainan fungsional, dan akhirnya yang fatal adalah kerusakan organ tubuh.

Bagaimana cara mencegahnya ?

  1. Anak harus diberi makanan bergizi seimbang antara kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Lemak minimal 10% dari total kalori yang dibutuhkan, sementara protein 12% dan sisanya karbohidrat.
  2. Ibu harus menyusui anak hingga berumur 2 tahun.
  3. Pemberian makanan pendamping ASI harus disesuaikan dengan umur anak.
  4. Berat badan anak harus ditimbang setiap bulan di Posyandu, Puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lainnya.
  5. Jika anak sakit, maka harus segera diperiksakan ke pelayanan kesehatan terdekat.

Sumber gambar : klinikanakonline.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY