Malnutrisi Pada Ibu Hamil

SehatFresh.com – Status gizi tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu hamil, tetapi juga kesehatan bayi yang dikandungnya. Jika ibu kekurangan berat badan atau kekurangan gizi sebelum kehamilan, ibu berada pada peningkatan risiko malnutrisi (kekurangan gizi) selama kehamilan. Malnutrisi terjadi ketika ibu tidak mengonsumsi cukup kalori atau mendapat asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan kehamilan yang sehat.

Salah satu faktor utama kekurangan gizi pada kehamilan adalah akibat muntah, atau dikenal sebagai hiperemesis (bentuk parah dari morning sickness). Hal ini menyebabkan penurunan asupan kalori dan nutrisi penting lainnya. Sebagian besar wanita mengalami mual dan muntah di awal kehamilan mereka, namun ada juga yang masih mengalaminya hingga trimester kedua bahkan hingga akhir masa kehamilan. Di samping itu, beberapa wanita mengalami ngidam selama kehamilan. Hal ini cenderung membuat para ibu memilih makanan yang mereka inginkan meskipun kurang bernutrisi.

Selama kehamilan, asupan kalori memang perlu ditingkatkan, namun bukan berarti ibu hamil dapat mengonsumsi apa pun yang ia inginkan. Pada tiga bulan pertama kehamilan, ibu membutuhkan tambahan 150 kalori per hari untuk mendukung perkembangan bayi. Kebutuhan tambahan kalori meningkat hingga 300 kalori per hari di bulan empat, seiring dengan tuntutan tambahan kehamilan. Selain peningkatan kalori, kebutuhan nutrisi penting lainnya juga meningkat, dan kebanyakan dokter akan merekomendasikan ibu hamil untuk mengambil vitamin prenatal harian. Nutrisi penting di masa kehamilan meliputi asam folat, kalsium, zat besi, protein, vitamin B12 dan vitamin D.

Terkadang, ibu mungkin tidak menyadari bahwa ibu sedang hamil pada awal masa kehamilannya. Maka dari itu, penting untuk selalu menerapkan pola makan sehat . Jika ibu sudah kekurangan gizi ketika hamil, ibu tidak menyimpan cadangan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan janin. Salah satu nutrisi penting untuk kehamilan, yaitu asam folat, merupakan nutrisi yang sangat penting pada trimester pertama kehamilan. Jika ibu tidak mendapatkan asupan yang cukup melalui diet atau suplemen, bayi menjadi lebih berisiko terhadap cacat tabung saraf. Konsekuensi lain dari kekurangan gizi saat hamil meliputi lahir mati, kelahiran prematur, kerusakan otak, kematian perinatal, keterbelakangan organ dan saraf serta gangguan peredaran darah.

Efek malnutrisi bervariasi berdasarkan kapan itu terjadi selama kehamilan. Hal ini dapat menimbulkan efek jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup bayi hingga dewasa. Malnutrisi selama kehamilan meningkatkan risiko bayi mengidap diabetes tipe 2, penyakit jantung, osteoporosis, obesitas, kanker payudara, gagal ginjal kronis, penyakit menular, gangguan kejiwaan dan disfungsi organ. Di masa kecil, akibat dari malnutrisi ini dapat menyebabkan kinerja yang buruk di sekolah.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY