Mana yang Lebih Berprotein Antara Putih Telur dan Kuning Telur

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Telur termasuk ke dalam jajaran atas makan super. Disebut multivitamin alam, telur memiliki kandungan nutrisi yang beragam. Satu butir telur memiliki kandungan antioksidan, vitamin, mineral dan protein. Bahkan, kandungan protein dalam telur bisa dibilang sangat istimewa. Ya, protein dalam telur merupakan protein kualitas tinggi karena menyediakan asam amino yang lengkap.

Satu butir telur utuh rata-rata mengandung 6 gram protein. Putih maupun kuning telur sama-sama mengandung protein. Namun, jumlah kandungan protein pada keduanya ternyata berbeda. Lantas, mana yang memiliki kandungan protein lebih tinggi?

Menurut U.S. Department of Agriculture Nutrient Data Laboratory, putih telur dari satu butir telur mengandung protein sebanyak 3,6 gram. Putih telur mengandung protein murni dengan asam amino lengkap tanpa lemak maupun kolesterol. Putih telur dianggap memiliki salah satu profil asam amino terbaik untuk nutrisi manusia dan memiliki biological value (BV) yang sangat tinggi sekitar 88 (100 adalah nilai BV tertinggi). Karena alasan inilah, mereka yang sedang menjalani program body building biasanya hanya memakan putih telur saja.

Kandungan protein dalam kuning telur hanya 2.7 gram. Jumlahnya sedikit di bawah putih telur. Namun, sebagian besar nutrisi yang dimiliki telur terkonsentrasi pada kuning telur. Meski di dalamnya terdapat kolesterol yang cukup tinggi, kuning telur sangat tinggi kolin (nutrisi untuk menjaga fungsi otak), antioksidan (lutein and zeaxanthin), vitamin (B kompleks, A, D dan K) dan mineral (asam folat, kalsium dan fosfor).

Mana yang lebih sehat?

Putih telur dan kuning telur memiliki kandungan nutrisi yang saling melengkapi satu sama lain. Namun, kuning telur kerap dicap buruk karena memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Ya, hal itu memang benar. Namun, kolesterol alami dalam telur tidak bertanggung jawab secara langsung terhadap kenaikan tingkat kolesterol darah. Makanan tinggi lemak jenuh dan gula memberikan dampak yang lebih besar terhadap kolesterol darah. Untuk menghindari lemak jenuh tambahan, telur sebaiknya tidak digoreng.

Konsumsi satu butir telur berukuran besar rata-rata menyumbang 185 miligram kolesterol. Makan satu telur utuh setiap hari saat sarapan justru dianjurkan karena tubuh tak hanya mendapatkan asupan protein berkualitas dari putih telur, tapi juga nutrisi penting lain dari kuning telur. Telur tetap aman dikonsumsi setiap hari asalkan asupan kolesterol harian tidak lebih dari 300 miligram, dan disajikan dengan cara yang lebih sehat. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here