Manfaat Antioksida Dalam Buah Manggis

Buah manggis merupakan mengandung zat antioksidan tertinggi di dunia.  Buah ini bahkan disebut “the queen of fruit”, karena menawarkan banyak sekali manfaat bagi kesehatan.  Beberapa uji laboratorium telah membuktikan bahwa kandungan buah manggis dapat digunakan untuk pengobatan berbagai jenis penyakit seperti penyakit jantung, penyakit kulit, meningkatkan imunitas, meningkatkan stamina dan tenaga, membantu sistem pencernaan serta menangkal radikal bebas.

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa buah manggis dan kulit buahnya kaya dengan 40 lebih zat xanthone yang merupakan salah satu antioksidan terbaik untuk menangkal berbagai penyakit. Senyawa xanthone yang memiliki sifat antioksidan, anti-alergi, anti-tumor, anti-histamin dan anti-inflamasi. Turunan xanthone yang memiliki efek farmakologi adalah alfa-mangostin, beta-mangostin dan garcion E. Mangostin dan gamma-mangostin telah diteliti mampu berperan sebagai anti-oksidan yang sanggup mencegah aktifitas virus HIV. Alfa-mangostin dan garcinon-E juga dapat menumpas sel kanker yang mengancam tubuh manusia.

Antioksidan yang terkandung dalam xanthone ini merupakan yang tertinggi di dunia. Kandungan antioksidan dalam manggis mencapai 66,7 kali antioksidan pada wortel, atau 8,3 kali dari kulit jeruk. Xanthone juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol hipertensi, trombosis, arthtritis, osteoarthritis, dan lainnya. Selain itu, buah manggis juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh sebesar 12 persen per 100 gram daging buahnya.

Antioksidan yang ada di dalam kulit buah manggis juga dapat membantu mencegah penurunan fungsi otak yang dapat mengakibatkan penyakit seperti demensia dan Alzheimer, serta mencegah terjadinya faktor kerusakan sistem saraf yang dapat mengakibatkan penyakit Parkinson. Sedangkan, kandungan flavonoid di dalam kulit buah manggis bekerja untuk menghentikan kerusakan ringan pada memori otak.

Untuk manfaat bagi pencernaan, kandungan antioksidan di dalam kulit buah manggis dapat membantu untuk melindungi dan menurunkan kandungan asam yang tinggi pada lambung. Zat anti-mikroba dalam kulit manggis dapat melawan bakteri, parasit dan jamur dalam perut. Zat anti-mikroba tersebut juga bekerja untuk mengatasi iritasi usus besar dan usus kecil yang dapat menyebabkan gangguan fungsi pencernaan dan serta diare.

Bagi Anda khususnya para wanita, sifat anti-bakteri alami dan anti mikroba pada manggis dapat mengobati berbagai masalah kulit dan sangat bermanfaat bagi kecantikan. Bagi Anda yang memiliki masalah dengan jerawat, kulit berminyak, noda kulit, dan kulit yang kering dapat disembuhkan dengan konsumsi buah manggis. Senyawa xanthone dalam manggis ini juga telah diteliti dapat menyembuhkan penyakit kulit dan memperbaiki sel yang rusak.

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa kulit manggis terbukti  sangat efektif sebagai antioksidan. Antioksidan ini dapat mencegah terjadinya reaksi  terhadap oksidasi radikal bebas. Selanjutnya, antioksidan akan bereaksi dengan radikal bebas sehingga dapat mengurangi kemampuan radikal bebas untuk menimbulkan kerusakan. Akhir-akhir ini, telah banyak iklan suplemen atau herbal ekstrak kulit manggis baik dalam bentuk tablet atau kapsul. Padahal, ada cara yang lebih alami jika Anda ingin merasakan manfaat dari buah manggis terutama manfaat kulit buahnya. Kulit buah manggis dapat diolah dengan cara dibuat jus atau dibuat teh dengan cara dikeringkan lalu diseduh. Ketika dibuat jus, kulit buah manggis dapat dicampur dengan gula aren, madu atau berbagai buah-buahan seperti alpukat, mangga dan sirsak untuk membuat rasa kulit manggis yang sepat dan pahit sedikit terminimalisir. Keroklah kulit buah manggis di bagian dalam dengan menggunakan sendok. Pastikan kulitnya bagus dan tidak busuk untuk memperoleh kulit buah yang berkualitas tinggi. Jangan mengambil bagian yang berwarna hitam atau getah kuning agar jusnya tidak terlalu terasa pahit.

*pic manfaatdankandungan.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here