Manfaat Berpuasa untuk Mental dan Kepribadian Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pemakaian kata puasa sesungguhnya merupakan terjemahan dari bahasa arab, yaitu shoum. Secara harfiah berarti diam, menahan, berhenti dari sesuatu. Dalam ajaran Islam, puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan. Nah, bagi anak-anak, puasa bisa menjadi momentum untuk membentuk mental dan kepribadiannya.

Dengan melatih anak berpuasa sejak dini, maka orangtua telah berinvestasi. Dalam konteks ini, investasi tersebut berupa kebaikan diri untuk anak. Kelak, saat beranjak dewasa, ia akan lebih memotivasi untuk mendalami ajaran agama dan menyiapkan kematangan untuk kepribadiannya.

Menanamkan mental dan kepribadian sejak dini penting karena seorang anak akan lebih mudah meniru atau mengikuti perilaku dan sikap orang-orang di sekelilingnya.

Puasa, misalnya, dapat melatih kepekaan sosial dalam lingkungan. Anak yang berpuasa akan bisa ikut merasakan bagaimana seorang fakir miskin, anak terlantar, atau gelandangan yang tidak mempunyai uang sehingga menahan lapar karena tidak makan dan minum seharian.

Dengan kata lain, puasa dapat menciptakan suasana yang mendorong tubuh dan berkembangnya rasa tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial. Pada diri orang yang berpuasa, tentulah akan menimbulkan rasa belas kasihan terhadap orang-orang di sekelilingnya yang merasakan lapar dan haus tidak hanya saat bulan Ramadhan, tapi juga kehidupan sehari-hari.

Selain dari rasa lapar dan haus, secara psikologis seorang anak dilatih untuk menahan marah dan emosi dari segala permasalahan yang terjadi di lingkungannya. Kalau misalnya seorang anak lagi marah, maka bisa kita ingatkan dengan puasanya.

Hikmah puasa lainnya ialah menanamkan sifat sabar karena orang yang berpuasa itu secara tidak langsung menahan diri dari lapar, dahaga, dan semua keinginan yang membatalkan puasanya dengan sabar.

Sifat jujur juga bisa dipupuk saat berpuasa. Dengan berpuasa, seorang anak terlatih dirinya untuk bisa dipercaya. Meskipun tidak ada orang yang melihatnya makan atau minum, seorang anak dilatih kejujurannya dan tidak terpengaruh dengan kenikmatan makanan dan minuman. Dengan demikian, terbentuklah sifat jujur. Mental dan kepribadian jujur yang tertanam kuat bisa menjauhkan pribadi seseorang dari perbuatan tercela, misalnya berbohong.

Puasa juga bisa mencerminkan rasa syukur si kecil kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari yang tentu tak terhitung banyak dan nilainya. Tak hanya itu, puasa juga dapat menumbuhkan sifat solidaritas pada sesama, misalnya menyantuni fakir miskin atau anak yatim.

Selain berupaya menghindari hal-hal yang membatalkan puasa atau mengurangi pahala, maka berpuasa penting untuk menanamkan ketakwaan kepada Allah SWT. Jadi, tidak hanya karena unsur manfaat, tapi lebih pada kewajiban seseorang untuk melaksanakan syariat agama yang sudah diperintahkan oleh Sang Khalik. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here