Manfaat Berpuasa untuk Tubuh Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anak-anak yang belum baligh memang tidak diwajibkan untuk berpuasa. Namun, tidak ada salahnya mulai mengajarkan anak berpuasa sejak dini. Toh, berpuasa memiliki banyak manfaat bagi si kecil.

Hasil riset Dr. Muhammad Mustafa al Samri menunjukkan, anak-anak yang berpuasa Ramadhan cenderung mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan mental yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak berpuasa. Selain itu, anak yang berpuasa cenderung lebih mampu mengemban tanggung jawab (amanah) dan lebih cepat dewasa dalam bersikap, berpikir, dan berperilaku.

Dari segi fisik, salah satu manfaat puasa untuk kesehatan anak adalah menyehatkan organ pencernaan. Selama beberapa jam setiap hari selama satu bulan penuh berpuasa, organ pencernaan dapat beristirahat sementara. Untuk diketahui, proses pencernaan makanan di dalam tubuh berlangsung selama delapan jam. Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi itu sering kali tidak tercapai. Sebab selang waktu makan satu dengan lainnya kurang dari delapan jam.  Akibatnya, dalam tubuh akan terjadi penimbunan banyak zat yang tidak diperlukan, yang akan menjadi racun bagi tubuh. Nah, dengan berpuasa, tubuh akan melakukan detoksifikasi sekaligus meregenerasi sel-sel tubuh. Jadi semua zat yang tidak diperlukan tubuh termasuk racun, akan dikeluarkan. Sel-sel tubuh yang sudah tidak berfungsi pun akan diganti juga diremajakan kembali.

Berdasarkan penelitian, puasa juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sebab, saat puasa terjadi terjadi peningkatan kadar limfosit sepuluh kali lipat. Limfosit sendiri merupakan pusat kekebalan yang melindungi tubuh dari infeksi virus, serta membantu sel lainnya untuk melindungi dari infeksi bakteri dan jamur. Jadi, sudah jelas manfaat puasa untuk kesehatan anak.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat tentang qiamul lail menyimpulkan, kebiasaan bangun malam, diikuti gerakan ringan seperti shalat, menghirup udara, dan minum air putih sangat baik bagi ketahanan dan kesehatan tubuh. Anak yang dibiasakan bangun malam atau pada waktu sahur akan memiliki kebugaran tubuh yang prima. Karena itu, melatih dan membiasakan anak berpuasa sangat penting untuk kesehatan dan kebugaran fisik mereka di masa depan.

Puasa juga membantu pola makan anak menjadi teratur. Waktu makan dengan puasa sudah ditentukan yakni pada saat sahur dan berbuka puasa. Ketika si kecil hendak berpuasa, orangtua dapat memilihkan makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang seimbang untuk masa pertumbuhannya. Saat berpuasa, si anak juga tak jajan di luar, melainkan lebih sering berbuka puasa dan sahur di rumah.

Tak kalah penting, latihan puasa bagi anak jangan sampai menjadi beban. Kalau anak sudah menyatakan tidak kuat, segera hentikan. Sebagai orangtua, kita harus memantau kondisinya. Bila anak terlihat lemas, bujuk anak agar membatalkan puasa. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here