Manfaat Bulu Ketiak untuk Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bulu ketiak seringkali dianggap mengganggu penampilan terutama bagi wanita. Oleh karenanya, banyak orang mencukur habis bulu ini. Padahal, bulu ketiak tumbuh bukan tanpa alasan. Pada dasarnya, pertumbuhan bulu di beberapa tempat pada tubuh manusia merupakan sebuah mekanisme yang berperan dalam menjaga kehangatan, penguapan, bahkan sebagai mekanisme perlindungan.

Paparan media tentang menghilangkan bulu ketiak membentuk persepsi bahwa bulu ketiak memang sudah seharusnya dihilangkan. Padahal, menghilangkan bulu ketiak tidak lepas dari risiko kesehatan akibatnya. Menghilangkan bulu ketiak dengan mencukur atau mencabutnya, tanpa disadari membuat ketiak memiliki banyak luka kecil dan pori-pori di area ketiak juga membesar. Hal ini mengakibatkan racun dan zat kimia dari berbagai produk perawatan seperti deodoran semakin mudah meresap ke dalam kulit.

Luka kecil akibat menghilangkan bulu ketiak memudahkan datangnya penyakit, mulai dari radang, bengkak, hingga akhirnya infeksi. Semakin lama, kondisi dapat memicu terjadinya mutasi sel. Ini karena toksin semakin hari semakin terakumulasi. Selain itu, lipatan ketiak memiliki banyak kelenjar getah bening. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang memfasilitasi pengangkutan racun dan zat kimia dalam tubuh terutama payudara. Maka tidak heran bila pencabutan atau pencukuran bulu ketiak dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Dalam hal ini, pria jauh lebih aman terhadap bahaya tersebut karena kebanyakan dari mereka tidak mencukur bulu ketiaknya.

Menurut buku yang ditulis oleh Dr Bruce Perry yang berjudul “Why do we have body hair?”, bulu ketiak sebenarnya memiliki fungsi yang sama seperti rambut kemaluan yaitu sebagai daya tarik seksual. Ini karena folikel rambut hampir selalu berdekatan dengan kelenjar yang menghasilkan feromon. Feromon adalah molekul yang diproduksi oleh tubuh sebagai sinyal kimia untuk menarik pasangan seks. Dan memang seringkali wanita melihat kehadiran bulu ketiak sebagai tanda maskulinitas seorang pria.

Teori lain menyebutkan bahwa kelenjar apokrin dan kelembaban pada bulu ketiak menimbulkan bau ketiak yang menandakan bahwa Anda sudah mencapai tahap siap untuk bereproduksi. Penjelasan ini sejalan dengan fakta bahwa bau badan umumnya muncul pada masa remaja. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki bau ketiak yang berbeda satu sama lain dan ini menjadi identitas unik untuk setiap individu.

Jadi, bulu ketiak bukanlah pengganggu penampilan, tapi justru menjadi pelindung bagi tubuh dan sebagai daya tarik seksual, asalkan kebersihan area sekitar ketiak dijaga dengan baik. Seperti kita ketahui, banyaknya bulu di ketiak membuat keringat lebih banyak sehingga ketiak menjadi basah terlebih ketika terlibat dalam kegiatan aktif. Jika daerah ketiak tidak dijaga dengan baik, adanya bulu ketiak ditambah dengan keringat membuat bakteri semakin berkembang biak sehingga semakin berpotensi menimbulkan bau badan yang kurang menyenangkan. Oleh karenanya, bulu ketiak bisa dirapikan bukannya dicukur atau dicabut sampai habis, dan tentu selalu dijaga juga kebersihannya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY