Manfaat Dan Efek Samping Melahirkan Secara Caesar

SehatFresh.com – Umumnya, keputusan melahirkan secara caesar dibuat berdasarkan alasan medis seperti posisi bayi sungsang atau leher rahim yang tidak melebar secara maksimal. Dewasa ini, melahirkan secara caesar seolah telah menjadi tren, dan telah banyak wanita meminta dokter untuk melakukan operasi caesar yang direncanakan. Meskipun caesar umumnya merupakan operasi yang sangat mudah dengan tingkat komplikasi yang rendah, penting bagi Anda untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari operasi caesar ini.

Manfaat Melahirkan Secara Caesar
Bila indikasi medis membuat persalinan normal menjadi berisiko tinggi, persalinan caesar tentu menjadi cara yang paling aman. Selain itu, karena tidak ada proses mengejan, risiko meregangnya otot-otot dasar panggul dan vagina menjadi berkurang. Operasi caesar ini mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit saat proses persalinan. Hal ini dikarenakan efek obat bius. Selain mengurangi rasa sakit, persalinan melalui operasi caesar ini juga membutuhkan waktu yang singkat. Waktu yang dibutuhkan untuk operasi caesar hanya sekitar satu jam.

Melalui operasi caesar, ibu juga bisa menentukan pemilihan tanggal kelahiran bayi. Selama keadaan bayi sudah siap dilahirkan, operasi ini bisa dilakukan. Memilih tanggal lahir untuk anak berarti bisa membantu Anda menyiapkan segala keperluannya dengan maksimal, mengatur hal-hal di luar kelahiran seperti jadwal kerja dan lainnya.

Efek Samping Melahirkan Secara Caesar
Operasi caesar memerlukan biaya yang relatif lebih mahal. Masa pemulihannya pun membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding persalinan normal. Tentu saja, operasi caesar meninggalkan bekas luka pada rahim yang perlu waktu lama untuk sembuh. Akibat luka ini, ibu biasanya disarankan untuk tidak hamil lagi untuk jangka waktu tertentu.

Cara penyuntikkan obat bius di tulang punggung dapat membuat ibu sering merasakan kesemutan dan rasa pusing cukup hebat di kemudian hari. Operasi besar ini menimbulkan trauma operasi, seperti terjadinya risiko perdarahan dua kali lebih besar ketimbang persalinan normal dan juga meningkatkan risiko kerusakan kandung kemih.

Pada anak, pembiusan terlalu lama yang semula dimaksudkan untuk membius ibu, bisa membuat bayi ikut terbius juga. Akibatnya, bayi yang dilahirkan tidak spontan menangis dan harus dirangsang sesaat untuk bisa menangis. Pengeluaran lendir atau sisa air ketuban di saluran napas bayi juga tidak sempurna. Pada persalinan normal, tubuh bayi harus melalui lorong jalan lahir sempit seakan-akan dadanya diperas sehingga sisa cairan dalam saluran napas juga ikut terperas keluar.

Meraskan rasa nyeri saat melahirkan itu memang sudah menjadi kodrat perempuan. Bagaimanapun, tubuh wanita diciptakan untuk melahirkan secara normal dan melahirkan secara normal adalah cara terbaik. Mengapa demikian? Proses persalinan normal memberi sinyal ke seluruh tubuh untuk melanjutkan perannya dalam proses penyembuhan dan menyusui bayi. Misalnya, kelenjar susu akan segera aktif memproduksi kolostrum dan air susu, rahim akan berkontraksi secara alami untuk kembali ke bentuk tubuh semula dan darah kotor akan dikeluarkan. Selain itu, penyembuhan pasca persalinan normal lebih cepat sehingga otomatis akan mempercepat pemulihan kondisi mental ibu. Bahkan, rasa puas dan perasan sempurna telah menjadi ibu dapat dirasakan ketika telah melahirkan sang buah hati secara normal.

Sumber gambar :  health.liputan6.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY