Manfaat Donor Darah

Transfusi darah dapat menyelamatkan kehidupan seseorang seperti pasien kanker, pasien yang menjalani operasi, anak-anak dengan anemia berat, wanita yang memiliki komplikasi dengan kehamilan dan korban kecelakaan.

Anda hanya dapat menyumbangkan sekitar 480 ml darah setiap 56 hari, untuk memastikan bahwa tubuh sudah memiliki cukup waktu untuk mengisi sel-sel merah. Tubuh menggantikan semua kehilangan volume darah dalam waktu 48 jam setelah mendonorkan darah. Sedangkan, pengisian sel darah merah membutuhkan sedikit lebih banyak waktu, sekitar empat sampai delapan minggu.

Bagi mereka yang bersedia, dan memenuhi persyaratan donor darah, tindakan donor darah tidak hanya memberikan bantuan kepada orang lain, tetapi juga memberi manfaat kesehatan fisik dan mental untuk pendonor. Penelitian menunjukkan bahwa menyumbangkan darah dapat membantu mengurangi kelebihan kadar zat besi dalam darah. Zat besi berlebih dalam darah bisa berbahaya, dan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Wanita usia subur mengalami penurunan kadar zat besi setiap bulan melalui menstruasi. Namun, pria dan wanita pasca-menopause tidak mengalami hal ini, sehingga mereka mungkin memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Dengan melakukan donor darah secara rutin, regenerasi darah akan berlangsung lebih cepat, dan oksidasi kolesterol menjadi lebih lambat. Selain itu, aliran darah juga menjadi lebih lancar dan mencegah penimbunan lemak serta hasil oksidasi kolesterol pada dinding pembuluh darah jantung. Hal ini dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit jantung koroner. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology, orang yang donor darah, 33 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita penyakit jantung dan 88 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita serangan jantung.

Mendonorkan darah juga dapat digunakan sebagai uji pemeriksaan kesehatan diri sendiri. Sebelum mendonorkan darah, pendonor akan diminta untuk memberi informasi riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dasar. Pendonor perlu menjalani pemeriksaan nadi, tekanan darah, suhu tubuh, kolesterol, dan kadar hemoglobin. Pendonor darah juga akan diperiksa untuk penyakit menular seperti HIV dan hepatitis. Ketika darah yang Anda miliki berada di dalam kantong darah dan diperiksa di laboratorium, maka tim medis akan melihat apakah Anda menderita suatu penyakit tertentu atau tidak. Pendonor yang beresiko mungkin akan dirujuk untuk konseling lebih lanjut atau perawatan medis. Jika pusat donor darah tidak dapat merujuk atau memberikan donor dengan bantuan medis, pendonor akan mendapatkan keuntungan dengan setidaknya dibuat menyadari masalah kesehatan potensial, yang dapat dibahas lebih lanjut dengan dokter perawatan primer.

Donor darah hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam, tetapi hal tersebut bisa menjadi penyelamat bagi orang yang membutuhkan. Seseorang yang pernah melakukan donor darah secara tidak langsung telah membantu menyelamatkan hidup orang lain dari ancaman kematian. Perasaan positif yang terkait dengan donor darah tentu dapat memberikan kontribusi terhadap kesehatan baik secara emosional maupun fisik.

*pic teknik.janabadra.ac.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY