Manfaat Echinacea untuk Flu pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Flu merupakan masalah kesehatan yang umum di berbagai kalangan usia. Influenza atau lebih sering disebut flu terjadi akibat infeksi virus pada saluran pernapasan dan ini sangat menular. Anak-anak lebih sering terserang flu ketimbang orang dewasa. Banyak perawatan yang telah digunakan untuk mengobati flu, baik itu menggunakan obat-obatan kimia maupun herbal tradisional. Bila anak terserang flu, ada obat herbal sederhana yang dapat membantu meredakan gejalanya, yaitu Echinacea.

Struktur pada virus flu selalu berubah. Itulah sebabnya mengapa flu bisa menjangkit seseorang beberapa kali. Memberikan dukungan pada sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melawan pilek, flu, dan infeksi lainnya. Dalam hal ini, Echinacea dipercaya dapat memberikan manfaat mencegah flu serta mengurangi keparahan dan durasi flu.

Echinacea adalah anggota dari keluarga daisy (bunga astrer) dan umumnya dikenal sebagai purple coneflower. Akar dan bunga Echinacea dapat digunakan untuk mengobati pilek, flu, bronkitis, dan berbagai jenis infeksi lainnya. Awalnya, tanaman herbal ini digunakan oleh penduduk asli Amerika dan diadopsi sebagai obat tradisional beberapa penyakit jauh sebelum munculnya obat modern dan antibiotik.

Echinacea memiliki campuran zat aktif yang kompleks. Beberapa di antaranya dikatakan sebagai antimikroba, sementara yang lainnya dipercaya memiliki efek pada sistem kekebalan tubuh manusia. Ratusan studi ilmiah telah dilakukan untuk menentukan penerapan Echinacea secara farmakologi maupun klinis. Para peneliti telah mengelompokkan herbal ini menjadi tiga jenis utama Echinacea, yaitu Echinacea purpurea, Echinacea pallida, dan Echinacea angustifolia. Setiap jenis mengandung beragam komponen aktif yang memengaruhi berbagai aspek fungsi kekebalan tubuh. Secara umum, Echinacea bekerja sebagai anti-inflamasi, imunostimulan, antibakteri, dan pengobat luka melalui berbagai mekanisme.

  • Polisakarida dan fitosterol dalam Echinacea mendukung sistem kekebalan tubuh dengan mengaktifkan sel-sel darah putih (limfosit dan makrofag).
  • Echinacea mempromosikan aktivasi sel T. Sel T kemudian meningkatkan produksi interferon, merupakan bagian penting dari respon tubuh terhadap infeksi virus.
  • Echinacea mengaktifkan respon imun melalui bagian dari sistem kekebalan tubuh yang dikenal sebagai komplemen jalur alternatif.
  • Echinacea memberikan efek seperti kortison, yang meningkatkan hormon korteks adrenal. Cara kerja ini berkaitan dengan aksi anti-inflamasi.

Dalam artikel yang dipublikasikan pada jurnal “Lancet Infectious Diseases, University of Connecticut” melakukan penelitian meta-analisis dengan mengevaluasi 14 studi dan membuat kesimpulan bahwa:

  • Echinacea memangkas kemungkinan terkena flu hingga 58%.
  • Echinacea mengurangi durasi flu hingga satu setengah hari.

Mayo Clinic menyebutkan bahwa beberapa suplemen atau kapsul Echinacea dapat mempersingkat durasi flu dan dapat sedikit mengurangi keparahan gejalanya. Akan tetapi, Mayo Clinic juga menyebutkan bahwa Echinacea dapat menyebabkan reaksi alergi yang mengancam jiwa pada beberapa individu. Orang yang alergi ragweed (Asteraceae) harus menghindari Echinacea karena sifat alaminya sama. Echinacea juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan perut, mual, nyeri otot, pusing atau sakit kepala, sakit tenggorokan, dan ruam. Penggunaannya juga tidak dianjurkan selama lebih dari 10 hari.

Jika anak memiliki kondisi autoimun, pastikan penggunaan herbal seperti Echinacea dengan cara kerja merangsang kekebalan tubuh, telah mendapatkan izin dokter. Echinacea sebaiknya juga tidak digunakan oleh wanita hamil karena belum ada penelitian yang memadai mengenai keamanannya dan dikhawatirkan dapat memicu respon kekebalan tubuh yang berbahaya. Ibu menyusui juga harus hati-hati dalam pemanfaatan Echinacea. Selain itu, anak-anak juga sebaiknya tidak menggunakan Echinacea tanpa arahan dokter.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY