Manfaat Hormon Cinta atau Oksitosin Bagi Kesehatan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada satu hormon di tubuh kita yang dikenal sebagai hormon cinta, yakni oksitosin. Hormon ini sungguh bermanfaat bagi kesehatan, lho! Apa saja manfaatnya?

Sebelum menyimak manfaat hormon oksitosin, ada baiknya kita mengenal sekilas hormon ini terlebih dahulu. Hormon oksitosin berada di dalam hipotolamus pada otak. Hormon tersebut dikeluarkan oleh kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak. Dalam bidang kimia, oksitosin digolongkan sebagai peptida yang mengandung sembilan asam amino. Sementara menurut klasifikasi secara biologi, oksitosin merupakan neuropeptida yang bertindak sebagai hormon dan senyawa organik pengirim sinyal di dalam otak.

Nah, berikut adalah beberapa manfaat hormon oksitosin:

  • Sistem reproduksi wanita

Hormon oksitosin berperan penting dalam  membantu proses kelahiran. Produksi alami oksitosin dalam tubuh merangsang rahim berkontraksi pada akhir kehamilan sebagai tanda awal kelahiran bayi. Oksitosin juga digunakan di dalam resep obat. Dokter akan memberi oksitosin untuk memancing kontraksi kelahiran atau menguatkan kontraksi selama kelahiran. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi pendarahan setelah persalinan. Pemberian obat ini juga berperan dalam mengakhiri kehamilan atau saat keguguran. Selain itu, hormon ini juga membantu merangsang produksi air susu setelah kelahiran.

  • Psikologis

Penelitian baru-baru ini mulai menyelidiki peran oksitosin dalam berbagai tingkah laku manusia, seperti orgasme, kedekatan sosial, dan sikap keibuan. Dampak oksitosin pada tingkah laku dan respons emosi juga terlihat dalam membangun ketenangan, kepercayaan, dan stabilitas psikologi. Efek dari sekrsesi oksitosin akan menimbulkan persaan senang, bahagia, tenang, dan damai. Oksitosin juga dianggap sebagai obat ajaib yang dapat membantu meningkatkan perasaan positif serta kecakapan sosial. Hormon ini dikabarkan dapat meringankan gangguan kondisi kejiwaan dan tingkah laku, seperti depresi, gangguan stres pascatrauma, dan autisme. Meskipun demikian, masih sangat sedikit bukti klinis yang membuktikan oksitosin sebagai obat yang efektif untuk gangguan kejiwaan.

  • Hubungan seksual

Dalam konteks ini, hormon oksitosin terkadang dianggap sebagai hormon cinta. Aktivitas bercinta akan mendorong pelepasan oksitosin yang berperan dalam ereksi dan orgasme. Gerakan rahim yang meningkat dapat membantu sperma menjangkau sel telur. Terlebih lagi, oksitosin dipercaya memiliki peran dalam orgasme. Hal ini berkaitan dengan kadar oksitosin dan intensitas orgasme itu sendiri. Selain itu, para peneliti menemukan hormon oksitosin memiliki ketertarikan terhadap rasa cinta terhadap lawan jenis. Ketika sedang jatuh cinta, Anda akan merangsang sekresi oksitosin sehingga saat jatuh cinta, perasaan yang timbul adalah perasaan bahagia. Berdasarkan sebuah penelitian, diketahui oksitosin berpengaruh membangkitkan rasa menghargai dan senang saat pria melihat pasangannya. Hal ini berbeda saat pria melihat wanita yang lain. Perasaan senang tersebut seperti meredup. Hebatnya, oksitosin adalah hormon yang selalu tersedia dan siap digunakan kapanpun. Sebuah pelukan, ciuman, atau kontak fisik sederhana yang berkaitan dengan cinta mengakibatkan otak mengeluarkan oksitosin. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here