Manfaat dan Kondisi yang Mengharuskan Anak Menghentikan Puasanya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Puasa merupakan aktivitas menahan haus, menahan lapar dan menahan segala perbuatan negatif yang bisa membatalkan atau mengurangi pahala puasa selama batas waktu dari imsyak hingga Magrib. Ibadah puasa diwajibkan bagi orang-orang yang sudah baliq. Lantas bagaimana dengan anak-anak, apakah boleh berpuasa?

Anak-anak diperbolehkan berpuasa jika memungkinkan

Anak-anak diperbolehkan berpuasa karena terdapat banyak manfaatnya. Dengan catatan kondisi tubuh anak cukup memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa. Bagi anak–anak yang belum baliq atau belum dewasa, berpuasa bukanlah hal yang wajib.

Namun demikian anak-anak boleh berlatih puasa dengan bimbingan orangtua. Anak-anak bisa melakukan puasa setengah hari sebagai bentuk latihan perdana. Lantas apa saja manfaat berpuasa bagi anak-anak, berikut uraiannya!

  1. Puasa dapat mendekatkan kecintaan anak-anak pada agama. Puasa merupakan perintah dari Allah SWT kepada seluruh umat Islam. Alhasil sedari dini orangtua perlu melakukan pendekatan kepada anak tentang keistimewaan puasa Ramadhan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Puasa dapat mendidik kedisiplinan pada anak-anak. Dengan menjalankan ibadah puasa, anak akan dilatih kedisiplinan. Misalnya saja anak diajarkan bangun pagi untuk melakukan makan sahur dan berbuka ketika Magrib.
  3. Puasa dapat menanamkan rasa empati pada anak-anak. Rasa empati bisa muncul dari berbagai kegiatan, salah satunya adalah berpuasa di bulan Ramadhan. Berpuasa dapat mengajarkan anak-anak agar memiliki rasa empati dalam menghargai segala hal yang didapatkannya.
  4. Puasa dapat membuat tubuh anak-anak menjadi lebih sehat. Banyak penelitian yang memaparkan bahwa puasa memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berpuasa pola makan anak menjadi lebih teratur, karena waktu makan telah ditentukan pada saat sahur dan berbuka.
  5. Puasa dapat mendidik kejujuran pada anak-anak. Dengan berpuasa anak-anak dapat ditanamkan sikap jujur. Anak-anak dalam berpuasa akan melatih kejujurannya pada diri sendiri, orang tua, atau teman– teman.

Cara sederhana mengajarkan anak-anak berpuasa

Orangtua bisa melatih anak-anak untuk berpuasa sejak usia 6 tahun. Anak-anak yang masih dalam masa perkembangan dan senang bermain, dapat dilatih berpuasa secara bertahap. Orangtua bisa memulai dengan mengajarkan makna puasa pada anak-anak. Kemudian anak-anak dilatih berpuasa setengah hari, hingga satu hari penuh.

Beri motivasi pada anak hingga dapat melewati puasa satu hari penuh. Beri anak pujian atau hadiah khusus sebagai motivasi apabila dapat melakukan puasa satu hari, sehingga akan menjadikan semangat dalam menjalankan puasa selama satu bulan.

Selain berpuasa, aktivitas lainnya juga harus diperhatikan orangtua. Orangtua bisa mengajarkan anak untuk melaksanakan sholat, mengaji, atau berzikir. Keberadaan orang tua yang mendampingi anak-anak akan menambah semangat dan motivasi khusus.

Kondisi anak yang mengharuskannya berbuka puasa

Namun orangtua harus jeli melihat kondisi anak ketika menjalani ibadah puasa. Pasalnya tidak semua anak memiliki kondisi tubuh yang fit. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kondisi yang mengharuskan anak untuk berbuka puasa.

  1. Anak mengalami sakit. Sakit pada anak bisa ditandai dengan munculnya keringat dingin, badan gemetar, suhu panas, mata sayup, dan lain sebagainya. Orangtua harus membatalkan puasa anak apabila tanda-tanda sakit muncul.
  2. Anak sedang menjalani aktivitas berat di sekolah. Orangtua juga harus jeli melihat aktivitas anak di sekolah. Anak apabila sedang menjalani aktivitas yang cukup berat, maka disarankan untuk tidak berpuasa.
  3. Anak sedang dalam perjalanan jauh. Perjalanan jauh yang cukup menguras tenaga seperti mudik ke luar kota, tentu saja bisa menyebabkan anak mengalami dehidrasi. Anak dalam menghadapi kondisi demikian, dianjurkan untuk tidak menjalankan puasa dengan berbagai pertimbangan.
  4. Anak tidak makan sahur. Tidak dipungkiri jika anak-anak terkadang malas dibangunkan pagi untuk makan sahur. Dengan demikian jika anak tidak kuat, maka dianjurkan untuk berbuka puasa. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY