Manfaat Masturbasi

SehatFresh.com – Untuk menyalurkan gairah seksnya, banyak orang melakukan masturbasi, baik itu pria maupun wanita. Tidak hanya dilakukan oleh seseorang yang melajang, pasangan yang sudah menikah juga banyak yang melakukan masturbasi. Hingga saat ini, masturbasi dianggap sebagai suatu hal yang tabu untuk dibicarakan. Padahal, dari perspektif medis, masturbasi ternyata memberikan dampak baik bagi kesehatan, yaitu:

  • Menjaga organ seks tetap sehat. Entah Anda lajang, menikah, atau sedang dalam hubungan jarak jauh, masturbasi adalah cara yang baik untuk menjaga energi seksual tetap hidup dan membuat otot dan jaringan pada organ reproduksi tetap fleksibel, kuat, dan sehat. Puasa seks berkepanjangan dapat menyulitkan ereksi ataupun lubrikasi. Aktivitas seksual dalam bentuk apa pun dapat membantu mempertahankan oksida nitrat dalam darah. Bahkan kimia ini dibutuhkan agar organ seks tetap berfungsi dengan baik.
  • Menghindarkan diri dari PMS. Menurut para pakar seks, masturbasi merupakan cara pemuasan seksual yang wajar dan aman. Melampiaskan nafsu seks sembarangan dapat meningkatkan risiko penyakit menular sekusal (PMS) dan kehamilan tak terencana.
  • Meredam efek kortisol. Orgasme membuat tubuh melepaskan dopamin, endorfin, dan oksitosin, yang bisa dikatakan sebagai hormon kebahagiaan. Hal ini membuat kortisol (hormon stres) menurun. Meskipun tidak mencapai klimaks, tubuh akan tetap melepaskan hormon-hormon tersebut. Kadar kortisol yang tinggi menyebabkan peradangan sistemik, insomnia, dan sulit menurunkan berat badan. Masturbasi membantu tubuh mempertahankan keadaan metabolik utama, sehingga manfaat olahraga akan terasa lebih efektif.
  • Meredakan ketegangan fisik dan mental. Masturbasi merupakan mekanisme untuk mendapat kenikmatan seksual, yang pada akhirnya dapat meningkatkan suasana hati. Masturbasi dapat mengurangi ketegangan fisik dan mental. Kepuasan yang diperoleh selama masturbasi dapat menurunkan tekanan darah dan pelepasan endorfin mempromosikan relaksasi. Hal ini dapat meningkatkan kualitas tidur serta meringankan kram otot.
  • Mengurangi risiko infeksi serviks. Bagi wanita, masturbasi dapat mengurangi risiko infeksi serviks. Ketika bergairah, dinding serviks akan berkontraksi dan memungkinkan keluarnya cairan vagina sehingga cairan serviks penuh bakteri juga akan terdorong keluar.
  • Memudahkan orgasme. Jika Anda sulit mencapai kepuasan seksual dengan pasangan, Anda harus terlebih dahulu mengetahui apa yang membuat Anda senang. Bahkan, terapis seks menyarankan para wanita yang belum merasakan orgasme untuk mulai mencari kenikmatan seks melalui masturbasi. Masturbasi mengajarkan bagaimana tubuh merespon secara seksual serta menawarkan kesempatan bagi seseorang untuk mempelajari dan mengeksplorasi seksualitas mereka dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Ketika mengetahui apa yang Anda suka mengenai seks, kenyamanan seks pun akan meningkat. Namun, ini juga dipengaruhi oleh cara Anda bermasturbasi. Jika ada ketergantungan yang berlebihan pada pornografi, atau jika masturbasi dilakukan dengan cara yang kasar, masturbasi justru memberikan dampak buruk bagi kehidupan seksual dengan pasangan yang nyata.
  • Mengurangi risiko kanker prostat. Menurut penelitian, komponen sistem kekebalan tubuh akan diaktifkan selama masturbasi sehingga meningkatkan jumlah sel darah putih dalam aliran darah. Hal ini membantu mengurangi risiko kanker prostat karena frekuensi ejakulasi yang lebih sering. Peningkatan ejakulasi berarti zat yang berpotensi karsinogenik dalam prostat dikeluarkan lebih teratur sehingga mengurangi dampak negatifnya bagi tubuh.
  • Mencegah ejakulasi dini. Masturbasi dapat menjadi salah satu cara pria untuk memperpanjang waktu ejakulasi. Masturbasi secara teratur membantu melatih kemampuan untuk menahan ejakulasi sehingga secara tidak langsung juga berkontribusi dalam pencegahan ejakulasi dini.

Dengan demikian, masturbasi bisa menjadi solusi dan alternatif dari permasalahan seks seseorang dan tidak selalu dianggap sebagai perilaku seks menyimpang. Namun, bila akvitas sehari-hari terhenti karena masturbasi, dan Anda pun lebih menikmati saat-saat masturbasi dibanding aktivitas seks dengan pasangan, hal itu mengindikasikan masturbasi tidak sehat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY