Manfaat Melatih Anak Berpuasa di Bulan Ramadhan

SehatFresh.com – Puasa di bulan Ramadhan merupakan amalan ibadah utama yang perlu dikenalkan pada anak sejak dini. Ketika anak dirasa sudah cukup umur, berilah dukungan pada anak jika ia sudah menunjukkan keinginannya untuk berpuasa. Meski harus menahan haus dan lapar, namun Anda tidak perlu khawatir anak akan kekurangan cairan tubuh atau terhambat perkembangannya. Ketika berpuasa, memang kadar cairan, pola makan, dan asupan nutrisi memang sedikit berkurang dibandingkan dengan bulan lainnya. Namun, hal ini tidak akan terlalu berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.

Tidak hanya bagi orang dewasa, puasa juga memberi berbagai manfaat untuk anak-anak, khususnya dalam hal mengoptimalkan fungsi saluran cerna anak. Puasa dapat memperbaiki sistem pencernaan anak. Di luar bulan puasa, anak-anak sudah terbiasa menyantap berbagai makanan yang berlebihan dan mungkin saja kurang sehat. Ketika berpuasa, hormon dan organ tubuh tidak bekerja keras seperti biasanya. Setiap hari usus selalu bekerja terus. Berpuasa memberi kesempatan pada usus untuk beristirahat. Demikian pula dengan kerja hormon-hormonnya.

Berpuasa bisa membantu membantu anak untuk membantu mengembalikan produksi enzim pencernaan agar bisa kembali bekerja maksimal. Mengembalikan fungsi optimal enzim pencernaan secara tidak langsung membantu perbaikan semua masalah pencernaan yang mungkin dialami anak-anak, seperti konstipasi, kembung, dan lain-lain. Tubuh juga akan melakukan pengeluaran zat-zat yang tidak berguna melalui keringat, air seni dan feses. Untuk kelancaran pembuangan zat-zat sisa tersebut, ibu perlu memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup di waktu sahur maupun berbuka puasa.

Menurut penelitian, puasa juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Ketika puasa, terjadi peningkatan kadar limfosit sepuluh kali lipat dalam tubuh. Limfosit ini merupakan pusat kekebalan yang melindungi tubuh dari infeksi virus, serta membantu sel lainnya agar dapat melindungi tubuh dari ancaman bakteri dan jamur pemicu infeksi. Puasa juga menghindarkan anak dari konsumsi jajanan tidak sehat dan pola makan akan lebih teratur dan nilai gizinya pun lebih diperhatikan oleh orang tuanya. Puasa akan membentuk pola makan yang teratur serta mencegah kegemukan.

Melatih anak berpuasa tentunya harus dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan umur dan kemampuan fisik anak. Mula-mula, anak bisa dilatih puasa setengah hari, kemudian dilanjutkan lagi berpuasa hingga maghrib. Durasi puasa bisa ditingkatkan sesuai dengan kondisi anak secara perlahan. Dalam pembiasaan puasa pada anak, pengawasan dan motivasi dari orang tua adalah hal yang perlu diperhatikan, agar anak tidak mudah tergoda oleh temannya yang tidak puasa. Sebagai orang tua, Anda harus yakin bahwa melatih anak berpuasa sejak dini merupakan salah satu strategi pendidikan mental dan spiritual yang efektif untuk membangun karakter anak. Di samping itu, puasa juga memberi banyak manfaat kesehatan bagi anak.

*Sumber gambar : www.sehatmagz.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY