Manfaat Merawat Brewok pada Wajah

SehatFresh.com – Saat ini, salah satu tren global di kalangan pria adalah menumbuhkan rambut wajah atau yang sering juga disebut dengan brewok. Menumbuhkan brewok dianggap sebagai salah satu cara bagi pria untuk meningkatkan sex appeal atau daya tarik seksualnya. Terlepas dari mengikuti tren atau alasan lainnya, menumbuhkan atau merawat rambut wajah (brewok) ternyata memberikan manfaat positif bagi kesehatan baik secara fisik ataupun psikis, dan memang telah ada juga penelitian mengenai brewok dan sex appeal pria. Berikut ulasan singkatnya :

  • Mencegah kanker kulit. Brewok membuat kulit tidak langsung terpapar sinar matahari sehingga dapat melindunginya dari kerusakan dan mengurangi risiko kanker kulit. Menurut temuan dari University of Southern Queensland, jenggot tebal dapat memblokir paparan radiasi ultraviolet terhadap wajah 90% sampai 95%.
  • Pelembab alami. Bagi pria yang rajin bercukur, perubahan cuaca dapat menyebabkan kekeringan pada kulit. Wajah memiliki sumber pelembab alami, yaitu kelenjar sebasea yang mengeluarkan minyak alami agar kulit tetap lembab. Kelenjar ini dapat terkikis bila terlalu sering menggunakan pisau cukur. Menumbuhkan dan merawat brewok dapat membantu kelenjar ini berfungsi secara alami dalam menjaga kelembaban kulit.
  • Mengurangi risiko infeksi. Tidak bercukur berarti tidak ada rambut yang tumbuh ke dalam dan tidak ada infeksi bakteri. Menumbuhkan jenggot berarti menambah lapisan perlindungan kulit wajah dari Bakteri secara alami ada pada kulit. Mencukur menciptakan bukaan yang memudahkan masuknya bakteri, yang pada akhirnya menyebabkan infeksi dan rambut tumbuh ke dalam. Tidak bercukur juga bisa mengurangi keparahan jerawat.
  • Mengurangi gejala alergi dan asma. Bila Anda memiliki alergi atau asma karena serbuk sari atau debu, rambut wajah dapat membantu masalah ini dengan bekerja sebagai filter dan mencegah alergen tersebut Fungsi ini tidak jauh berbeda dengan bulu hidung.
  • Mencegah penyakit. Percaya atau tidak, merawat brewok dapat memberikan perlindungan dari penyakit, seperti pilek atau batuk yang disebabkan oleh perubahan iklim secara mendadak. Dalam hal ini, brewok berfungsi sebagai isolasi terhadap suhu luar sehingga menjaga wajah dan leher tetap Rambut wajah juga membantu mencegah masuknya bakteri di udara ke dalam mulut sehingga memberikan perlindungan untuk tenggorokan.
  • Membuat pria lebih atraktif. Menjelang akhir tahun 2015, perusahaan consumer-goods asal Jerman, yaitu Braun melakukan survei pada 000 pria New York mengenai praktik perawatan yang mereka lakukan. 67% dari pria yang disurvei mengatakan mereka menumbuhkan rambut wajah (jenggot atau kumis) dan lebih dari setengahnya mengatakan bahwa mereka merasa lebih menarik dengan brewok. Sebagian mengatakan bahwa mereka telah menerima pujian mengenai brewok mereka, sementara sebagian lainnya mengatakan bahwa brewok membuat mereka merasa lebih percaya diri.
  • Meningkatkan potensi seksual. Menurut buku The Dependent Gene, sebuah studi anonim tahun 1970-an telah menemukan korelasi antara pertumbuhan jenggot dan potensi seks. Ini karena stimulus untuk meningkatkan pertumbuhan jenggot terkait dengan kembalinya aktivitas seksual. Ketika kemungkinan aktivitas seksual meningkat demikian juga dengan sekresi testosteron, ini dapat memengaruhi pertumbuhan

Teori lain menurut sebuah studi tahun 2008 yang dilakukan oleh psikolog di Northumbria University, mengatakan bahwa wanita menilai pria dengan jenggot karena itu mencerminkan ketangguhan, dewasa, agresif, dominan dan maskulin, serta menandakan pria tersebut sebagai pasangan romantis terbaik, baik untuk berselingkuh ataupun hubungan jangka panjang. Dikutip dari “Journal of Personality and Individual Differences”, rambut wajah atau brewok adalah sinyal sociosexual yang kuat, dan sebagai penanda kematangan seksual secara biologis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY