Manfaat Puasa bagi Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Terdapat manfaat luar biasa pada puasa, terutama puasa Ramadhan. Hasil yang tidak pernah disangka oleh para peneliti dan ilmuwan tentang pengaruh puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun secara umum puasa Ramadhan aman untuk dilakukan semua manusia yang dalam keadaan sehat dan pada penderita kondisi penyakit tertentu. Namun, dalam keadaan penyakit tertentu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter ahli dan sebaiknya mengikuti rekomendasi ilmiah yang diberikan.

Puasa di bulan Ramadhan yang dilakukan umat Islam sesungguhnya bukan benar-benar menghentikan asupan apapun ke dalam tubuh. Sebenarnya tidak banyak yang berubah selama berpuasa. Hanya jam makannya yang digeser. Secara medis ibu hamil boleh-boleh saja puasa. Apalagi jika ibu dalam keadaan sehat. Pada kehamilan sehat, puasa tidak menimbulkan dampak negatif pada janin maupun pada ibu hamil. Sehat yang dimaksud secara medis adalah calon ibu tidak mengalami keluhan selama hamil dan tidak mengalami komplikasi dari penyakit yang diderita semisal hipertensi, diabetes ataupun muntah-muntah.

Ibu hamil memang bisa berpuasa, namun sebelumnya ibu harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan untuk memastikan risiko puasa pada kehamilannya dan memberikan saran sesuai dengan kesehatannya. Saat pemeriksaan, dokter biasanya akan memberikan penilaian melalui kondisi berat badan si ibu. Jika kenaikan berat Anda selama awal kehamilan tidak mencapai 3,5-4 kg atau di akhir masa kehamilan kenaikannya masih di bawah 12,5-14 kg, maka disarankan untuk tidak berpuasa karena dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan janin. Namun sepanjang kondisi kesehatannya dinyatakan baik dan selalu memperhatikan asupan nutrisi, berpuasa tidak akan mempengaruhi perkembangan janin. Bahkan, puasa bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Ibu hamil dan janinnya.

Menjalankan puasa justru dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Bagi ibu hamil dan janin, makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan, karena overnutrisi dapat mengakibatkan kegemukan bagi ibu dan janin yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis, dan lain-lain. Selain itu, shalat tarawih setelah makan malam juga bisa membantu metabolisme tubuh dalam mencerna asupan makanan. Jika dilakukan penghitungan dengan penghitung kalori, jumlah kalori yang dibakar selama salat tarawih sebesar 200 kalori,

Membersihkan tubuh dari kotoran dan racun atau detoksifikasi juga menjadi salah satu manfaat yang diperoleh ibu hamil dengan berpuasa. Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan berpuasa, berarti membatasi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh kita, sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.

Dengan demikian, puasa dapat mencegah berbagai penyakit pada ibu hamil dan janin, selama kondisi keduanya memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY