Manfaat Puasa Untuk Detoksifikasi Tubuh

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Puasa di bulan Ramadhan tidak hanya dapat dijadikan momen untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta, tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran. Dari sudut pandang kesehatan, manfaat utama dari berpuasa adalah untuk detoksifikasi tubuh. Detoksifikasi mengacu pada proses menghilangkan racun atau toksin dari tubuh yang merugikan kesehatan dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Pada dasarnya, tubuh memiliki mekanisme alami untuk membuang racun dalam tubuh. Namun, hal itu seringkali terhambat oleh kebiasaan makan sembarangan. Banyak penyakit kronis telah dikaitkan dengan penumpukan racun akibat tubuh tidak mampu membuangnya secara efisien. Dengan berpuasa, tubuh diberi kesempatan untuk mengembalikan keseimbangan semua sistemnya, berkat detoksifikasi yang berjalan lebih optimal.

Dengan pola makan teratur di bulan puasa, tubuh dapat terkondisikan untuk pembuangan racun dalam tubuh secara efisien. Ketika berpuasa, cadangan lemak yang tertimbun dalam tubuh akan diubah dan digunakan sebagai energi. Bersamaan dengan itu, terjadi pelepasan bahan kimia yang terikat dalam lemak untuk kemudian dikeluarkan melalui urin, feses, dan keringat. Proses inilah yang disebut detoksifikasi. Proses detoksifikasi tersebut terjadi pada usus besar, hati, ginjal, paru, kelenjar getah bening, dan kulit.

Berikut adalah tahapan detoksifikasi ketika Anda berpuasa, terutama di bulan Ramadhan:

  • Pada hari 1-2 puasa, tubuh berada dalam tahap pertama detoksifitasi. Pada tahap ini, tingkat gula darah menurun sehingga detak jantung melambat dan tekanan darah berkurang. Karena glikogen ditarik dari otot, tubuh akan terasa lesu dan lemah. Sakit kepala, pusing, mual, bau mulut, dan rasa tidak enak pada lidah adalah tanda-tanda dari tahap pertama detoksifikasi. Rasa lapar juga biasanya paling intens dalam periode ini.
  • Pada tahap kedua (hari 3-7), lemak dipecah untuk melepaskan gliserol dari molekul gliceride dan dikonversi menjadi glukosa. Kulit mungkin terasa lebih berminyak karena endapan minyak lama mulai dibersihkan dari tubuh. Orang yang tampaknya tidak memiliki masalah kulit mungkin memiliki jerawat atau bisul dalam beberapa hari berikutnya. Karena beban pencernaan menjadi lebih ringan, energi tubuh akan lebih berfokus pada pembersihan dan penyembuhan serta meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh. Pada saat ini, tubuh akan mulai melakukan detoksifikasi pada organ-oran tubuh.
  • Pada hari ke 8-15, yaitu pada tahap ketiga, tubuh akan terasa lebih berenergi serta pikiran dan suasana hati pun terasa baik. Pada tahap ini, mekanisme penyembuhan akan berjalan lebih optimal. Maka jangan heran bila luka pada tubuh akan menjadi tampak iritasi dan terasa menyakitkan. Limfosit (salah satu jenis sel darah putih) akan memasuki jaringan yang rusak dan mensekresi zat untuk melarutkan sel yang rusak. Zat-zat ini mengiritasi saraf di wilayah sekitarnya dan menimbulkan kembali rasa sakit pada daerah yang pernah cedera. Namun, rasa nyeri tersebut mengisyaratkan tubuh sedang menyelesaikan proses penyembuhan.
  • Pada tahap ke empat (hari ke 16-30), tubuh telah sepenuhnya beradaptasi dengan proses puasa. Energi semakin meningkat dan kondisi pikiran akan terasa semakin baik. Napas mulai segar dan permukaan lidah bersih. Setelah mekanisme detoks menghilangkan agen berbahaya dalam tubuh, proliferasi jaringan bekerja pada kapasitas maksimum untuk menggantikan jaringan yang rusak. Setelah hari ke-20, efek positif detoks terhadap pikiran akan lebih terasa. Terciptanya keseimbangan emosional membuat kemampuan memori dan konsentarasi meningkat.

Di setiap tahapan detoksifikasi tersebut, Anda akan mulai merasa lebih baik secara fisik dan psikologis. Ini dapat membawa Anda ke perubahan gaya hidup yang lebih baik serta menghindari hal-hal yang merugikan kesehatan. Singkatnya, bulan Ramadhan dapat dijadikan sebagai momen yang tepat untuk mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat dan lebih teratur.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY