Manfaat Puasa untuk Kecerdasan

0
5
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Manfaat puasa begitu banyak bagi yang menjalaninya. Salah satunya adalah berkaitan dengan kecerdasan. Ya, puasa ternyata juga bermanfaat untuk menajamkan kecerdasan.

Otak manusia yang beratnya sekitar 1,3 kilo gram tersusun atas jaringan yang rumit. Otak bertindak atas dasar informasi yang diterima terus-menerus dan tiada putus-putusnya serta dibantu oleh saraf dan hormon.

Otak juga berfungsi memberi tahu kapan saatnya tubuh membutuhkan makanan, tidur, bangun, dan sebagainya. Begitu banyak kelebihan otak manusia dibanding dengan komputer. Otak yang berwujud seperti agar-agar memiliki kemampuan berpikir, berimajinasi, dan berkreasi, yang tidak bisa diiakukan oleh komputer.

Dengan berpuasa, maka neurotropik yang diturunkan otak Anda dapat mengalami peningkatan, yang membantu tubuh dalam produksi lebih banyak sel-sel otak dan dapat meningkatkan fungsi otak.

Saat berpuasa, Anda akan mengalami yang namanya penurunan jumlah hormon kortisol yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Kondisi ini dapat membuat seseorang menurunkan tingkat stres selama dan setelah bulan Ramadhan.

Puasa juga dapat membuat Anda dapat berpikir lebih tajam dan lebih kreatif karena saat puasa, maka rasa lapar itulah yang akan memaksa Anda untuk berpikiran lebih tajam dan lebih kreatif. Menurut penelitian, pikiran yang melambat akan membuat otak bekerja lebih tajam. Dampak positif puasa lainnya ialah detoksifikasi di dalam tubuh. Dengan tidak makan dan tidak minum, maka membantu dalam mengeluarkan racun yang menumpuk di dalam tubuh (detoksifikasi).

Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan kolesterol. Kolesterol yang rendah akan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Yang jelas, hawa nafsu tidak pernah puas dan selalu mengajak kepada hal-hal yang bersifat negatif. Ia bagaikan air laut, semakin diminum, semakin mengundang haus. Perumpamaan hawa nafsu lainnya bak eksim. Semakin digaruk, semakin nyaman. Sayangnya, kesudahannya adalah luka yang terinfeksi sehingga mengancam jiwa raga si penderita. Nah, puasa itu dapat meredam hawa nafsu.

Adakah bukti otentik puasa dapat bermanfaat bagi kecerdasan? Mari kita ambil contoh di masa lalu. Imam as-Suyuthi ketika berumur 21 tahun sudah mampu menulis separuh kitab tafsir Al-Jalalain yang belum dirampungkan oleh Imam al-Mahalli, gurunya karena sudah lebih dulu meninggal dunia. Itu semua dilakukan oleh Imam as-Suyuthi hanya dalam tempo empat puluh hari, yaitu dari awai bulan Ramadhan hingga tanggai 10 bulan Syawwal tahun 870 H.

Kehebatan tingkat kecerdasan ini terjadi karena ia menulis sambil menjalani ibadah puasa. Selain Imam as-Suyuthi ternyata banyak ulama, tokoh, intelektual, dan bintang pelajar yang justru menuai keberhasilan karena terbiasa menjalani ibadah puasa. Jadi, terbukti kan puasa berdampak positif terhadap kecerdasan seseorang. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY