Manfaat Puasa untuk Meregenerasi Sel-sel pada Otak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, tentu anda akan rutin sahur, menahan diri dari makan, minum dan nafsu seksual serta menambah amalan ibadah. Penelitian membuktikan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori dapat meningkatkan kinerja otak selama berpuasa. Kondisi ini membuktikan bahwa puasa Ramadhan bermanfaat membentuk struktur sel-sel otak baru dan merelaksasi sistem saraf pada otak.

Otak akan merekam kegiatan yang dilakukan oleh semua sistem dalam tubuh secara simultan. Begitu juga selama menjalani aktivitas puasa. Selama satu bulan penuh, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, tidak makan, minum dan aktivitas seks sebelum tiba waktu buka puasa.

Menjalani ibadah puasa menjadi bagian dari perintah agama islam. Sementara, perbuatan agama merupakan bentuk perilaku manusia yang dikomandoi oleh otak. Seperti yang dikatakan oleh doktor Taufiq Pasiak (ketua Centre for Neuroscience, Health and Spirituality) ia mengungkapkan bahwa dengan menjalani ibadah puasa bisa dijadikan sebuah latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak yakni neuroplastisitas.

Menurut dokter Taufik, sel otak dapat mengalami regenerasi atau pembentukan struktur sel-sel baru pada otak, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus terjadi selama berpuasa.

Ata dalam bahasa awamnya, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara kontinyu atau terus-menerus, maka struktur otak akan berubah. Sementara waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel-sel saraf pada otak adalah minimal 21 hari. Menurut Taufik, menjalankan ibadah puasa merupakan latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan diri atau kebutuhan fisik (makan, minum, aktivitas seksual).

Selain membentuk struktur sel-sel otak baru, Taufik mengatakan jika pada saat seseorang menjalankan ibadah puasa, maka kondisi itu akan secara otomatis dapat merelaksasi sistem saraf terutama otak. Namun, ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dengan sistem saraf pada otak. Selama berpuasa, sistem pencernaan akan benar-benar istirahat selama kurang lebih 14 jam dalam sehari, sementara pada sistem otak orang yang sedang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang jauh lebih banyak dibanding orang yang tidak berpuasa.

Contohnya, otak dapat bekerja dengan baik di saat tenang dan rileks, seperti aktivitas mengingat sesuatu. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Hal ini disebabkan karena pada waktu tidur, otak hanya akan menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam alam bawah sadar dirinya.

Sementara, di dalam Al-Quran ada istilah ‘an-nafsul-muthmainah’ yang artinya jiwa yang tenang. Karena memang hanya dalam suasana yang tenang orang bisa berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang sangat tajam.

Lebih lanjut, dr Taufik menjelaskan bahwa dengan menjalani ibadah puasa maka bisa menjadi salah satu bentuk tazkiyatun nafs atau menumbuhkan nafsu dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak dalam diri). Maka dari itu, sejak niat menjalani ibadah puasa, perilaku selama berpuasa dan kegiatan spiritualitas berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan dan kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here