Manfaat Sahur Dalam Berpuasa

SehatFresh.com – Makan sahur adalah suatu rutinitas khas di bulan puasa. Namun, rasa kantuk seringkali menjadi faktor yang membuat malas bangun untuk makan sahur. Apa pun keadaanya, jangan pernah melewatkan sahur sebab agama pun menasehatkan untuk makan sahur sebelum berpuasa, karena ada keberkahan di dalamnya. Selain berkah spiritual, makan sahur juga membawa berkah sehat bagi orang yang berpuasa.

  • Sumber energi saat puasa

Sudah bukan rahasia umum bahwa puasa itu menyehatkan. Akan tetapi, bila Anda sering melewatkan makan sahur, manfaat sehat dari puasa tentu akan berkurang. Ini karena makan sahur sangat penting untuk mengimbangi zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama berpuasa sehari penuh. Dengan demikian, makan sahur merupakan kunci tetap semangat, aktif dan produktif selama puasa karena tubuh memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Tentunya, berkah sehat dari makan sahur ini akan diperoleh maksimal bila asupan makanan saat sahur mengandung gizi seimbang mencakup karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral.

  • Menurunkan berat badan

Tidak jarang, banyak orang yang justru mengalami peningkatan berat badan saat puasa. Ternyata, salah satu alasannya karena sering melewatkan waktu makan sahur. Melewatkan sahur berarti membiarkan perut kelaparan terlalu lama sehingga nafsu makan di waktu berbuka puasa cenderung sulit dikendalikan. Oleh karenanya, bagi Anda yang juga menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk diet, sebisa mungkin jangan pernah melewatkan waktu sahur bila diet Anda ingin sukses.

  • Menekan efek buruk hormon kortisol (hormon stres)

Sepertiga malam (antara pukul 01.00 hingga subuh) adalah waktu di mana kita bersantap sahur. Terlepas dari apa yang dikonsumsi saat sahur, bangun sepertiga malam ternyata memberi manfaat luar biasa bagi kesehatan. Bahkan, ini berkontribusi besar terhadap kesuksesan berbagai macam diet.

Ketika tertidur, banyak hal yang tanpa disadari terjadi di dalam tubuh, di mana sistem hormon berpindah ke tahap anabolik, yaitu pengubahan energi untuk perbaikan dan pertumbuhan sel dan jaringan tubuh. Pada tahap tersebut, kadar hormon adrenalin dan kortikosteroid menurun. Bersamaan dengan itu, tubuh mulai memproduksi hormon pertumbuhan atau HGH (human growth hormone), melatonin, testosteron, FSH (follicle-stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). Hormon-hormon tersebut bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan risiko sindrom metabolik, dan bahkan membantu kesuksesan diet bagi mereka yang bermasalah dengan perut buncit.

Namun, produksi hormon-hormon tersebut perlahan akan menurun dan berada pada titik terendah di sepertiga malam terakhir. Sebaliknya, produksi hormon kortisol (hormon stres) menjadi semakin meningkat dan ini bisa dihentikan bila kita bangun dari tidur. Pada dasarnya, kortisol berfungsi sebagai anti-inflamasi yang berperan dalam menekan respon imun dan berhenti menanggapi rasa sakit. Saat pagi, hormon kortisol membantu tubuh untuk bangun dan menyediakan energi di siang hari.

Saat perut mulai lapar atau dalam kondisi puasa, kortisol menyediakan bahan bakar alternatif ketika tidak ada cadangan glukosa dalam tubuh. Akan tetapi, cara kerja kortisol ini berpotensi merusak otot karena asam amino dalam jaringan otot akan dipecah menjadi gula melalui proses yang disebut glukoneogenesis. Maka dari itu, kadar hormon kortisol berlebihan dapat mempercepat laju penyusutan otot dan tulang.

Dengan demikian, ketika bangun makan sahur di sepertiga malam, secara otomatis tubuh dapat mencegah produksi kortisol yang berlebihan serta manfaat hormon-hormon baik yang diproduksi selama tidur dapat bermanfaaat secara optimal.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY