Manfaat Sexting untuk Pasangan

Portrait of a happy woman in her lovely bedroom texting

SehatFresh.com – Ada banyak cara agar pasangan sulit untuk mengalihkan perhatian dari Anda. Salah satunya dengan sexting (sex texting). Sexting didefinisikan sebagai aktivitas mengirim dan menerima pesan berbau seks secara gamblang. Dalam budaya timur, mungkin banyak orang yang mengaku belum pernah melakukan sexting. Bahkan, sexting dianggap sebagai hal serius yang perlu diwaspadai karena berdampak buruk bagi remaja karena ini merupakan perilaku awal yang memicu terjadinya pelecehan seksual. Namun, sexting tidak selamanya buruk. Justru, aktivitas ini bermanfaat sebagai salah satu cara untuk menjaga keintiman bagi pasangan yang sudah menikah.

Di era modern, semua hal bisa dikatakan serba mudah. Berkirim pesan untuk sexting tidak hanya terbatas pada kata-kata, Anda juga dapat mengirim gambar, suara, atau video. Melalui smartphone, sexting dapat dijadikan cara untuk memancing gairah pasangan sehingga meningkatkan antisipasi untuk melakukan sexy times saat bertatap muka secara langsung dengan pasangan. Menurut Joel D Block, PhD, penulis buku “Secrets of Better Sex”, menyampaikan kata-kata atau kalimat menggoda kepada pasangan merupakan cara ampuh untuk meningkatkan gairah. Maka tidak heran, sexting juga dianggap sebagai bagian dari foreplay.

Agar tercipta seks yang berkualitas, salah faktor pendukungnya adalah antisipasi. Berkaitan dengan ini, antisipasi berarti memperhitungkan atau memperkirakan hal-hal yang akan terjadi. Dengan begitu, Anda akan lebih siap saat dihadapkan dengan situasi yang sebenarnya. Ketika melakukan sexting., Anda dan pasangan  akan membayangkan hal-hal sensual serta otak pun akan melepaskan hormon yang memicu rasa senang dan bahagia. Dan pada saat bertemu secara langsung, sesi bercinta pun akan terasa lebih bergairah.

Sexting umumnya bersifat privat, di mana ini hanya diketahui Anda dan pasangan. Ketika sexting berlangsung, pasangan yang pertama dikirimi pesan erotis pasti berpikir bahwa pasangannya sedang memikirkan dirinya. Dengan demikian, aktivitas ini dapat membuat Anda merasa lebih istimewa serta lebih terhubung dengan pasangan secara emosional. Ini karena sexting dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan rasa sayang terhadap pasangan.

Selain itu, sexting juga bisa dijadikan sebagai sarana komunikasi bagi pasangan. Manfaat ini akan lebih  terasa pada pasangan menikah yang harus menjalani hubungan jarak jauh. Sexting membawa Anda dan pasangan kembali ke masa-masa pacaran, atau ketika kali pertama berkencan. Hal ini dapat memicu pelepasan hormon-hormon positif yang membuat tubuh lebih bersemangat dan berenergi.

Manfaat sexting semakin diperkuat oleh penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Drexel University, Amerika Serikat. Penelitian tersebut melibatkan 870 orang berusia antara 18-82 tahun diminta untuk mengisi survei online tentang sexting. Hasilnya, 88 persen peserta mengaku pernah melakukan sexting setidaknya dengan satu orang. Sedangkan sekitar 74 persen dari peserta keseluruhan mengaku bahwa mereka akan melakukan itu ketika mereka telah berkomitmen dalam suatu hubungan, dan 43 persen mengaku melakukan sexting meskipun tanpa komitmen dalam hubungan. Pada akhirnya, para peneliti menyimpulkan bahwa pasangan yang melakukan sexting cenderung memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih tinggi.

Kendati dikatakan bermanfaat, sexting yang dilakukan terlalu sering justru dapat mengganggu konsentrasi dalam melakukan aktivitas lainnya. Terlebih lagi, harus dipikirkan pula apa yang akan dilakukan setelah sexting bila gairah seks telah memuncak. Sexting umumnya dilakukan ketika Anda dan pasangan tidak berada di tempat yang sama. Bila tak memungkinkan bertemu setelah sexting, yang mungkin menjadi pilihan adalah masturbasi. Namun, masturbasi yang dilakukan terlalu sering juga tidak baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Dan, hal buruk lainnya yang bisa terjadi adalah pasangan melampiaskan gairah seksnya pada orang lain sehingga bisa memicu perselingkuhan. Oleh karenanya, sexting memerlukan kedewasaan, kesetiaan dan tidak dilakukan secara berlebihan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY