Manfaat Sunat atau Khitan Bagi Kesehatan Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Khitan atau sunat bukan monopoli anak-anak. Kini, orang yang beranjak dewasa pun banyak yang melakukannya. Sunat bukan pula semata dilakukan karena alasan agama. Sunat terbukti secara medis bermanfaat bagi kesehatan, terutama kaum Adam.

Sunat (circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis. Jika sebelumnya sunat dikaitkan dengan ritual bagi penganut agama tertentu, kini sejumlah pakar kesehatan menyebutkan jika sunat akan memberikan banyak sekali manfaat bagi pria.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, sunat secara efektif akan menurunkan risiko terkena penyakit berbahaya. Pakar kesehatan yang bertugas di CDC bahkan sangat merekomendasikan pria di seluruh dunia untuk melakukan sunat. Sejumlah data informasi yang telah dievaluasi menunjukkan, ada banyak sekali manfaat dan menurunnya risiko masalah kesehatan bagi pria di kemudian hari karena sunat. Yuk, kita lihat beberapa manfaat sunat:

  • Menurunkan risiko terkena kanker prostat
  • Meningkatkan pencegahan terhadap kanker penis
  • Menurunkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih
  • Mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit pada wanita pasangannya, seperti kanker serviks
  • Menjaga kesehatan penis
  • Meningkatkan kepuasan saat berhubungan badan

Selain itu, sunat juga diperlukan sebagai metode penanganan medis untuk penyakit tertentu, yakni:

  • Infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih terjadi akibat bakteri yang terkumpul di dalam kulup penis. Lalu, bakteri tersebut menyebar ke sistem urine. Sunat biasanya dipilih untuk menangani pengidap yang berisiko mengalami infeksi ini berulang kali. Dengan sunat, frekuensi infeksi bisa dikurangi sehingga ginjal terlindungi dari berbagai komplikasi akibat infeksi yang terjadi berulang kali. Tak hanya itu, bayi yang terlahir dengan sistem saluran kemih abnormal biasanya juga disarankan untuk menjalani sunat. Tujuannya untuk mencegah infeksi saluran kemih dan kerusakan pada ginjal.
  • Parafimosis. Parafimosis adalah kondisi di mana kulup tidak bisa kembali ke posisi semula. Hal ini terjadi karena pembengkakan di ujung kepala penis. Terkadang, parafimosis terjadi ketika kalup tidak dikembalikan ke posisi semula setelah ditarik ke belakang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh prosedur medis, misalnya pemeriksaan penis atau pemasangan kateter. Selain obat-obatan, sunat biasanya diterapkan untuk menangani parafimosis pada sebagian kasus.
  • Balanitis. Balanitis adalah peradangan kulup penis. Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri saat buang air kecil. Pada umumnya, balanitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Oleh sebab itu, sunat dianjurkan untuk pengidap yang mengalami infeksi ini berulang kali dan belum cukup ditangani dengan antibiotik.

Memang, sunat cenderung terlihat mengerikan karena adanya risiko pendarahan ringan, peradangan, atau infeksi. Namun, kini pakar kesehatan telah menemukan prosedur yang lebih aman untuk melakukan sunat sehingga risiko-risiko kesehatan tersebut bisa diminimalisir. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY