Manfaat Terapi Testosteron Bagi Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Testosteron merupakan hormon yang dihasilkan tubuh guna menciptakan karakter maskulin pada diri pria. Kaum Adam yang kekurangan energi serta dorongan seksual dapat menjalani terapi hormon testosteron. Namun sebelum melakukan hal tersebut, setiap pria perlu memastikan segi positif dan negatifnya dari terapi itu.

Hormon testosteron akan mengalami penurunan ketika tua

Hormon testosteron sebenarnya sudah dihasilkan pria ketika memasuki masa remaja. Hal itu ditandai dengan tumbuhnya bulu bagian dada, kumis, rambut di kemaluan, mengalami mimpi basah, hingga ketertarikan dengan wanita. Kemudian ketika pria memasuki usia 30 tahun, produksi testosteron semakin memuncak.

Hanya saja setelah usia 40 tahun ke atas secara perlahan-lahan, kemampuan pria dalam menghasilkan hormon testosteron semakin berkurang. Tidak dipungkiri jika rendahnya kadar testosteron, sangat berhubungan dengan pria yang telah memasuki usia senja.

Dalam beberapa tahun terakhir sebagian ahli medis sudah mengkampanyekan terkait fenomena menurunnya hormon testosteron yang akan dialami pria tua. Menurunnya testosteron pada pria juga dikenal dengan istilah andropause.

Uniknya dalam beberapa kasus ditemui jika pria berusia muda, ada juga yang mengalami kekurangan testosteron. Alhasil meski dari kondisi fisik terlihat maskulin, namun pria muda tersebut tidak mampu memberikan kepuasan pasangannya ketika bercinta di atas ranjang.

Faktor yang mempengaruhi produksi hormon testosteron

Berkurangnya testosteron pada pria dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Faktor-faktor yang mempengaruhi seperti keturunan, usia, hingga penggunaan obat karena penyakit kronis. Lantas apa ciri-ciri pria yang mengalami penurunan produksi testosteron?

Pria yang kekurangan hormon testosteron umumnya mengalami penurunan gairah seksual. Selain itu pria tersebut juga mengalami gangguan tidur, berat badan mudah naik, kepadatan tulang mulai berkurang, susah berkonsentrasi, hingga sering mengalami depresi.

Gangguan semacam itu jangan dibiarkan karena dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Alhasil pria yang merasa mengalami gangguan seperti yang disebutkan di atas, alangkah baiknya sesegera mungkin untuk melakukan pemeriksaan ke medis untuk menjalani pengobatan.

Manfaat terapi hormon testosteron sebagai alternatif

Model pengobatan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas testosteron adalah dengan melakukan terapi. Terapi testosteron adalah salah satu jenis pengobatan dengan cara menyuntikkan hormon testosteron sintesis yang berbentuk gel ke dalam tubuh.

Penyuntikan testosteron awalnya dilakukan guna menghilangkan sifat feminis pada pria, sehingga sifat maskulinnya akan lebih menonjol. Namun seiring perjalanan waktu, penyuntikan testosteron juga dimanfaatkan untuk mengembalikan jumlah testosteron pria agar normal.

Dengan menjalani terapi testosteron diharapkan fungsi tubuh pria khususnya terkait aktivitas seksual menjadi lebih baik. Terapi testosteron juga sudah terbukti secara efektif guna mengatasi disfungsi ereksi yang dikarenakan kekurangan hormon maskulin.

Selain mampu mengatasi disfungsi ereksi, terapi ini juga dapat memberikan manfaat lain. Diantaranya bermanfaat untuk menambah massa otot, mengembalikan kepadatan tulang, serta membantu dalam meningkatkan konsentrasi. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY