Manfaat Tes Pap Smear Terhadap Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kanker masih menjadi hantu yang dikhawatirkan oleh orang banyak. Jenis kanker pun bermacam-macam. Salah satunya adalah kanker leher rahim. Deteksi dini kanker ini bisa dilakukan melalui tes pap smear.

Papanikolaou test atau pap smear adalah metode screening ginekologi. Metode ini dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou untuk menemukan proses premalignant dan malignant di ectocervix dan infeksi dalam endocervix serta endometrium. Singkatnya, pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Selain itu, tes ini juga bisa menemukan adanya infeksi atau sel-sel yang abnormal yang dapat berubah menjadi sel kanker sehingga bisa segera dilakukan tindakan pencegahan.

Pap smear dianjurkan dilakukan oleh setiap wanita, terutama mereka yang telah berkeluarga dan sudah pernah melahirkan. Para ahli juga merekomendasikan para wanita berusia 21 tahun ke atas untuk melakukan pap smear. Namun, jika Anda telah aktif berhubungan seksual sebelum usia tersebut, sangat disarankan untuk melakukan tes ini. Wanita yang aktif secara seksual disarankan menjalani pap smear sekali setahun.

Jika Anda melakukannya secara rutin, maka Anda telah melakukan tindakan pencegahan kanker leher rahim terbaik. Menurut perkiraan, pap smear mencegah sekitar 700 kematian wanita per tahun di Inggris.

Secara medis, pap smear aman dilakukan. Meski begitu, tetap ada kemungkinan akibat negatifnya. Anda bisa menerima hasil tes yang salah, contohnya hasil tes menunjukkan bahwa Anda memiliki sel-sel normal, padahal tidak demikian. Pemicu ketidakakuratan tersebut yaitu sel-sel abnormal tertutup darah dan jumlah sel abnormal sangat sedikit. Namun, kemungkinan sel-sel abnormal dapat terdeteksi jika Anda menjalani pap smear berikutnya.

Agar mendapat hasil tes pap smear seakurat mungkin, sebaiknya hindari berhubungan seksual, membersihkan vagina, dan memakai krim vagina selama dua hari sebelum tes dilakukan.

Tes pap smear sederhana dan cepat. Tes ini biasanya juga tidak sakit. Bayangkan saja tes ini sebagai upaya mengintip kondisi leher rahim. Saat tiba di tempat melakukan pap smear, Anda akan dipersilakan mempersiapkan diri dan berbaring seperti saat akan dilakukan pemeriksaan dalam.

Dokter akan membuka liang vagina menggunakan alat yang disebut sebagai speculum vagina atau dikenal juga dengan istilah ‘cocor bebek’. Ketika leher rahim sudah terlihat, dengan bantuan alat yang disebut spatula atau semacam sikat halus, dokter akan mengusap sekeliling leher rahim untuk mendapatkan getah atau lendirnya. Getah yang banyak mengandung sel itu dioleskan pada gelas objek, lalu dibawa untuk dianalisis di laboratorium.

Sebenarnya, risiko Anda terkena kanker serviks tergolong rendah jika Anda belum berhubungan seksual. Meski begitu, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan pap smear atau tidak karena ada hal lain yang dapat memicu kanker serviks, seperti merokok dan faktor keturunan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here