Manfaat Tidur Siang Bagi Anak

Tidur merupakan proses alami mengistirahatkan fungsi kerja tubuh setelah melakukan aktivitas. Tidur berarti berkurangnya gerakan tubuh dan penurunan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Banyak ahli percaya bahwa tidur dapat memberikan ketenangan dan memulihkan kondisi tubuh, baik secara fisik, emosi, sosial, maupun proses kognitif otak. Bagi bayi dan anak-anak, tidur merupakan prioritas utama.

Anak yang berusia 2 tahun umumnya membutuhkan 12-15 jam tidur dalam periode 24 jam. Anak yang berusia 3 tahun membutuhkan tidur 11-14 jam dalam sehari. Sementara itu anak yang berusia 4-5 tahun memerlukan tidur selama 10-13 jam setiap hari. Di antara waktu tidur tersebut, sebanyak 1-3 jam haruslah merupakan waktu tidur siang anak. Meski terkesan sepele, ternyata tidur siang bagi bayi dan balita sangat baik untuk tumbuh kembang. Apa sajakah itu?

Ketika anak sudah bisa merangkak atau berjalan, mereka cenderung tidak bisa diam dan selalu bergerak setiap saat.  Saat itu, bukan hanya badan mereka saja yang melakukan aktivitas, tapi juga seluruh otot, otak, dan organ-organ di dalam tubuhnya. Dengan tidur siang, anak dapat mengistirahatkan tubuhnya sehingga mereka akan merasa lebih segar setelah bangun dan bisa kembali aktif bergerak.

Tidur sangat berperan dalam pertumbuhan otot, tulang dan kulit, perbaikan luka dan menjaga agar tubuh tetap bugar. Selama tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan (growth hormone). Hormon ini diproduksi oleh otak dan bekerja sama dengan hormon lainnya, seperti hormon gondok, anak ginjal, tulang, dan otot, yang semuanya membantu proses pertumbuhan tubuh anak. Selain itu, tidur juga mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh yang memproduksi protein tertentu untuk merespon infeksi dan melawan penyakit.

Selain bermanfaat bagi pertumbuhan fisik, tidur siang juga berperan terhadap perkembangan dan pertumbuhan otak. Otak akan menyimpan informasi saat kita sedang tidur. Diyakini bahwa kita tidak benar-benar belajar apa-apa sampai kita berbaring untuk tidur sehingga otak bisa mengolah dan menyimpan informasi yang diterima. Tidur pagi dan siang berkaitan erat dengan lamanya atensi (perhatian), kesiapsiagaan dan cepatnya proses pembelajaran. Suatu penelitian yang pernah dilakukan di Kanada meunjukkan bahwa anak usia 3 tahun yang tidur siang menjadi lebih adaptif dibandingkan yang tidak tidur siang. Bahkan dikatakan pula bahwa anak dengan IQ di atas rat-rata mempunyai waktu tidur lebih lama 30-40 menit dibanding rata-rata anak pada umur yang sama

Tidak ada patokan khusus jam berapa anak harus tidur siang, asal tidak menjelang sore. Jika anak tidur siang terlambat, tentu akan memengaruhi waktu tidur malamnya. Sebelum tidur, sebaiknya orangtua memerhatikan kondisi anak agar ia nyaman selama tidur. Usahakan anak tidak tidur dalam keadaan perut kosong atau lapar, karena hal tersebut bisa membuat anak mudah terbangun dan gelisah. Jika sebelum tidur anak mengonsumsi makanan berat, maka sebaiknya selang waktu antara tidur siang dan makan jangan terlalu dekat, berkisar 1-2 jam agar makanan dapat dicerna dengan baik.

*pic jembenkpoenja.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here