Marquis de Sade, Pencipta Ajaran Seks Sadomasokis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sadomasokis adalah suatu gangguan kejiwaan yang berkaitan dengan kelainan aktifitas seks dimana penderita merasa terangsang atau bergairah apabila tubuhnya disakiti. Jika anda merasa terbiasa melihat alat-alat seks di toko dewasa yang terlihat berbahaya, maka perlengkapan tersebut adalah milik para sadomasokis.

Asal mula sebutan masokis berawal dari kata sadomasokis yang diambil dari nqama seorang bangsawan asal perancis yang hidupn antara tahun 1742. Seorang penulis bernama Marquis de Sade memiliki catatan hitam mengenai penyimpangan seks sadomasokis.

Lelaki yang bernama lengkap Count Donatien-Alphonse-Francois de Sade itu melewati masa kecilnya dengan tinggal di sebuah mansion peninggalan leluhurnya, yaitu The Conde. Lantas, ketika memasuki usia sekolah, anak yang dikenal cerdas itu memutuskan untuk ikut pamannya, Abbe de Sade of Ebreuil dan menimba pendidikan di Lycee Louis-le-Grand, Paris.

Sebagai aristokrat sejati, Sade pada tahun 1754 memperoleh pendidikan militer hingga tahun 1763 sebelum menikah dengan perempuan bangsawan dari Montreuils. Dari pernikahannyaitu membuahkan dua anak lelaki bernama Louis Marie dan Donatien-Claude-Armand dan seorang putri bernama Madeleine-Laure.

Petualangan cintanya pun mulai merambah dirinya. Sebulan setelah menikah, ia berskandal dengan seorang aktris bernama La Beauvoisin dan yang paling menggemparkan adalah ketika menyetubuhi seorang pelacur muda asal paris bernama Rose Keller secara brutal. Perbuatan itu membuatnya harus  ditahan di benteng Pierre Encise dekat Lyon.

Selama mendekam di penjara, Sade menghabiskan waktu dengan banyak menulis buku tentang hubungan seksual yang abnormal. Yang paling terkenal adalah novel tentang gadis yang menyukai hubungan seks menyimpang, Justine, or the Mosfortune of Virtue tahun 1791. Karyanya yang lain, adalah Juliett, or The Luxuries of vice tahun 1792, Philosophy in the Boudoir tahun 1795, dan The Crimes of Love tahun 1800.

Yang paling fenomenal adalah ketika Sade menulis sebuah buku ketika dirinya berada di penjara Bastille, Paris, yang diberi judul “Les 120 Journees de Sodome” yang kemudian pada tahun 1785 diterjemahkan menjadi “The One Hundreds and Twenty Days of Sodom” yang telah menghabiskan kertas sepanjang 12 meter. Banyak lagi tulisan cerita pendek dan novel lahir dari pikiran seks liar Sade pada saat di penjara dan hal itulah yang membuat namanya menjadi terkenal ke seluruh dunia.

Penyakit berhubungan seks secara kasar ternyata perlahan-lahan membuat dirinya mengalami gangguan kejiwaan. terlebih setelah dirinya ke Marseille, berfoya-foya dengan banyak perempuan pekerja seks di kota itu. Apalagi ketika dirinya bertemu dengan lelaki misterius bernama Latour yang punya perilaku serupa.

Kasus kematian seorajng pelacur wanita membuat sade kembali harus mendekam ke penjara. Kasusnya bermula ketika Sade dan Laotur memberi wanita malang itu permen yang sudah dibubuhi racun sehingga merintih-rintih kesaikitan. Bukannya panik, Sade dan Laotur melakukan ritual seks yang abnormal sampai pelacur itu tewas.

Akibat perbuatan itu pengadilan mengganjar Sade dan Laotur hukuman mati dengan cara digantung. Vonis yang rencananya dilaksanakan pada 12 September 1772 itu batal karena Sade melarikan diri dari benteng Mioland dan bersembunyi di kastil istrinya di Kastil La Coste. Akibat aksi tersebut begitu banyak orang yang memusuhi Sade hingga dirinya menjadi buron dari satu tempat ke tempat lain.

Dan, pada akhirnya Sade bersembunyi di sebuah biara tepatnya di Charenton dekat Paris sampai  dirinya menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 2 Desembar 1814. Namun, meninggalnya Sade tak membuat ajarannya tentang kelainan sek sadomasokis berakhir, karena ajaran seks yang menyimpang tersebut semakin banyak dilakukan orang di seluruh dunia. (AGT)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY