Masalah Air Mani Encer

SehatFresh.com – Air mani (semen) adalah cairan alami yang dihasilkan oleh sistem reproduksi pria. Air mani disekresikan oleh gonad (testis atau organ yang memproduksi sperma). Cairan ini terdiri dari spermatozoa, fruktosa dan enzim lainnya yang membantu sperma untuk bertahan hidup dan memfasilitasi pembuahan agar berjalan sukses. Warna, volume, dan kekentalan semen dapat berubah karena pengaruh berbagai faktor.

Kebanyakan pria khawatir bila mereka mendapati air mani encer. Air mani encer adalah suatu kondisi yang ditandai dengan air mani tampak berair yang mungkin bertekstur berbeda dari air mani normal. Terkadang ini dianggap sebagai tanda penurunan kesuburan. Terlepas dari asumsi yang ada, belum ada penelitian yang mendukung gagasan bahwa kekentalan air mani berpengaruh pada kesuburan. Standar rata-rata volume ejakulasi untuk pengujian adalah 3.7ml, dan ini dianggap normal bahkan jika volumenya di bawah 1.5ml. Ini berarti bahwa satu sendok teh air mani saja sudah dikatakan normal.

Secara kasat mata, cairan sperma yang tampak encer belum bisa dijadikan patokan penentu fertilitas (kesuburan) pria. Pasalnya, harus dipastikan dengan analisa laboratorium untuk menentukan densitas (lebih dari 20.000/ml), motilitas (lebih dari 50 persen sel jantan masih gerak dalam 4 jam), sel jantan abnormal harus kurang dari 40 persen, dan volume cairan sperma lebih dari 2 ml pada tiap ejakulasi.

Penyebab air mani encer telah dikaitkan dengan kekurangan fruktosa. Hampir setengah dari semua ejakulasi terdiri atas fruktosa atau gula. Diet rendah gula dan atau karbohidrat diyakini berpengaruh besar terhadap kondisi ini. Oleh karenanya, kondisi dapat diperbaiki dengan meningkatkan konsumsi karbohidrat atau gula, namun tetap dalam anjuran yang sehat.

Pada pria muda dan dewasa, air mani encer adalah tanda aktivitas seksual yang rutin. Testis membutuhkan waktu sampai 72 jam untuk mengisi sperma. Ketika seorang pria terlalu sering ejakulasi baik dengan masturbasi, onani atau hubungan seks, maka testis akan kewalahan dalam menghasilkan volume sperma yang cukup untuk dikeluarkan bersama air mani. Meski jumlah sperma terhitung sedikit dalam kasus ini, namun hal ini tidak berkaitan dengan ketidaksuburan pria.

Jika seorang pria mendapati air mani encer secara konsisten meski telah mengubah pola aktivitas seksualnya dan melakukan perubahan pola makan, atau terasa nyeri saat ejakulasi, maka konsultasi dengan spesialis andrologi diperlukan. Jika dokter menemukan jumlah sperma sedikit atau motilitas sperma rendah, maka pengujian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan akar penyebabnya.

Sumber gambar : sehat-secara-alami.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY