Masalah Asam Lambung Saat Hamil

Salah satu keluhan yang sering dialami oleh para ibu hamil. Kondisi ini akan lebih sering dialami ibu saat kehamilan menginjak periode trimester tiga. Heartburn adalah kondisi yang ditandai dengan sensasi panas atau terbakar di sekitar dada. Selain rasa panas seperti terbakar pada dada, ibu juga mungkin merasakan rasa sakit seperti ditusuk-tusuk benda tajam di ulu hatinya.

Saat hamil, rahim menjadi melebar 1.000 kali dari volume awal. Hal ini bisa membuat asam lambung meningkat. Bahkan wanita yang tidak memiliki riwayat sakit maag sebelumnya, bisa mengalami kondisi ini sebagai akibat perubahan hormon. Selama masa kehamilan, produksi hormone terus meningkat. Peningkatan hormon progesterone selama masa kehamilan akan berpengaruh pada melambat dan mengendurnya otot-otot pada sistem pencernaan. Otot polos pada area rahim dan katup antara perut dan kerongkongan juga ikut mengendur. Hal inilah yang dapat memicu asam lambung mengalir kembali hingga ke kerongkongan. Umumnya, ibu hamil yang memiliki riwayat sakit maag lebih beresiko mengalami heartburn dengan frekuensi lebih sering saat hamil.

Perubahan hormon yang meningkatkan asam lambung ini juga dapat diperparah oleh perut yang bertambah besar, sehingga ada tekanan pada perut. Hal ini mengakibatkan dada akan terasa panas seperti terbakar sama halnya juga dengan kerongkongan. Ada beberapa ibu yang mengalami kondisi ini dengan gejala berlebihan, seperti mual muntah berlebihan, tidak bisa masuk makanan sehingga harus ke dokter untuk diobati. Meski demikian, heartburn tidak berpengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan janin. Tapi ibu perlu tetap waspada. Rasa nyeri di lambung bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil sehingga merasa enggan untuk makan. Hal inilah yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Namun ibu tidak perlu terlalu khawatir, karena masalah meningkatnya asam lambung ini ini bisa diatasi.

Bagaimanan cara mengatasinya?
Untuk mengatasi kondisi peningkatan asam lambung ini, ibu dapat mengatasinya dengan mengatur frekuensi makanan. Akan sangat membantu jika ibu makan dalam porsi yang sedikit namun frekuensinya sering. Hindari makanan yang mengandung lemak atau minyak yang besar serta jauhi minuman bersoda dan kopi. Usahakan selalu mengonsumsi makanan berserat tinggi seperti sayuran dan buah. Dan yang jangan terlewatkan, minum air putih setidaknya 2 liter per hari.

*pic tesstifin.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY