Masalah Asma Bagi Kehamilan

SehatFresh.com – Asma seringkali menjadi masalah bagi kehamilan, termasuk bagi para wanita yang tidak pernah menderita asma sebelumnya. Pasalnya, asma tidak hanya mengganggu, namun juga dapat menghambat pasokan oksigen ke janin. Namun, hal tersebut tak lantas menjadikan ibu hamil penderita asma melewati masa kehamilan yang sulit dan berbahaya.

Diperkirakan terdapat 4% kehamilan yang dipengaruhi asma. Perubahan-perubahan normal pada fungsi paru saat kehamilan, dapat menyebabkan penderita asma rentan akan terjadinya hipoksemia, di mana kadar oksigen dalam darah menjadi rendah. Namun tidak terdapat bukti bahwa kehamilan memberi pengaruh munculnya asma. Meski demikian, sepertiga penderita asma dapat memburuk kondisinya saat hamil, sementara yang lainnya justru membaik atau tidak berubah sama sekali.

Kehamilan mempunyai efek yang bervariasi terhadap beratnya asma. Suatu penelitian di Australia tahun 90-an menunjukkan bahwa ada sekitar 30 % ibu hamil penderita asma ditemukan gejala asmanya membaik, 50% tidak ada perubahan dari kondisi sebelum hamil, dan hanya 20% yang gejala asmanya memburuk. Pada tahun 2004 lalu, tim peneliti dari John Hunter Hospital di Newcastle menemukan bahwa jenis kelamin bayi yang sedang dikandung diduga berpengaruh terhadap reaksi asma yang diderita ibu hamil. Para calon ibu yang mengandung bayi laki-laki cenderung membaik gejala asmanya, sedangkan calon ibu yang mengandung bayi perempuan cenderung bereaksi sebaliknya.

Secara klinis, asma merupakan spektrum luas dari suatu penyakit, yang berkisar dari sesak napas ringan hingga penyumbatan jalan napas berat yang menyebabkan gagal napas, kekurangan oksigen, bahkan kematian. Pada serangan asma yang berat, kehamilan dapat menjadi terancam. Meningkatnya kasus preeklampsia, kelahiran prematur, berat lahir rendah dan kematian bayi, telah dikaitkan dengan komplikasi asma saat hamil.

Menurut para ahli, sebagian besar obat asma aman digunakan ketika seseorang sedang menjalani kehamilan. Setelah diteliti bertahun-tahun, para ahli menyatakan jauh lebih aman mengelola asma dengan obat-obatan dibandingkan dengan tidak melakukan pengobatan apapun selama masa kehamilan. Oleh sebab itu, wanita penderita asma yang sedang hamil (atau berencana untuk hamil) sebaiknya berkonsultasi teratur dengan dokternya terkait manajemen asma di masa kehamilannya.

Manajemen asma yang baik semakin meningkatkan peluang ibu hamil penderita asma untuk persalinan normal. Selain mengandalkan obat, ibu hamil penderita asma juga perlu melakukan langkah-langkah untuk mencegah kekambuhan asma, salah satunya dengan mengenali dan menghindari faktor pemicu kekambuhan asma. Beberapa faktor yang dapat memicu asma diantaranya polusi udara (termasuk asap rokok), perubahan cuaca, faktor psikis (emosi yang berlebihan), aktifitas yang berlebihan, infeksi saluran pernapasan, makanan dan obat-obat tertentu.

Sumber gambar : www.slideshare.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY