Masalah Biang Keringat Pada Anak

Sehatfresh.com – Ketika cuaca panas dan lembab, ada beberapa penyakit yang bisa menyerang terutama pada bagian kulit seperti biang keringat. Biang keringat atau istilah medisnya disebut dengan miliaria adalah kondisi ruam kulit tidak terlalu berbahaya namun mengganggu. Biang keringat terjadi saat seseorang berkeringat lebih dari biasanya, misalnya saat cuaca panas atau lembab, namun tidak menutup kemungkinan biang keringat terjadi pada saat musim dingin.. Gangguan pada kulit ini seringkali dialami anak, balita, maupun bayi yang kondisi kulitnya masih sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan cuaca.

Biang keringat terjadi karena penyumbatan pada pori-pori kulit. Butiran-butiran keringat yang tersumbat itu dapat menimbulkan bintik-bintik merah dengan ukuran seperti jerawat. Sumbatan pada saluran keringat bisa juga terjadi karena bakteri atau keringat yang terserap kembali ke dalam kulit ari. Keringat yang meresap ini menyebabkan kulit ari mengembang hingga akhirnya menimbulkan penyumbatan. Udara lembab dapat menyebabkan keringat sulit menguap sehingga timbulah biang keringat.

Berdasarkan lokasi penyumbatannya, miliaria terbagi dalam beberapa tipe, yaitu:

  • Miliaria kristalina

Sumbatan saluran keringat terletak di permukaan kulit yaitu di stratum korneum (lapisan kulit paling luar). Miliaria tipe ini ditandai dengan timbulnya gelembung kecil berisi cairan jernih dengan ukuran 1-2 milimeter dan mudah pecah. Tipe ini merupakan jenis yang paling banyak terjadi pada bayi yang biasanya timbul di kepala, leher dan tubuh bagian atas.

  • Miliaria rubra

Sumbatan terletak lebih dalam dan secara klinis tampak bintil-bintil kemerahan dan gelembung kecil berisi cairan jernih dengan dasar kulit kemerahan. Miliaria rubra biasanya menimbulkan gejala yang sangat gatal dan perih. Di sekitar lesi biasanya tidak terdapat keringat (anhidrosis) dan bila keadaan ini meluas dapat menimbulkan hiperpireksia karena ketidakmampuan mengeluarkan panas. Pada bayi, gejala miliaria ini seringkali menyerang leher, lipatan paha dan ketiak. Pada orang dewasa, gejala biasanya timbul di area yang mendapat tekanan atau bergesekan dengan pakaian.

  • Miliaria profunda

Miliaria profunda biasanya timbul setelah miliaria rubra yang terjadi berulang. Tipe ini ditandai dengan bintil-bintil berwarna putih, keras dengan ukuran 1-3 milimeter tanpa rasa gatal dan peradangan.

Bayi lebih rentan mengalami penyumbatan keringat karena kelenjar keringatnya masih sangat sensitif sehingga perubahan lingkungan sedikit saja bisa membawa pengaruh pada kondisi kulitnya. Terlebih baju yang terlalu tebal dapat mempersulit penguapan keringat ketika bayi merasa kepanasan. Sementara itu, pada anak yang lebih besar, penyumbatan saluran keringat sering kali disebabkan oleh bahan baju yang tidak menyerap keringat dengan baik.

Biang keringat terasa sangat gatal dan menyengat kulit. Punggung, dahi, leher, bahu, dada, lipatan-lipatan kulit, serta bagian tubuh yang berambut merupakan area yang paling disenangi biang keringat. Biang keringat bukan penyakit berat sehingga banyak orang menggolongkannya sebagai gangguan kulit yang ringan. Namun, rasa gatal akibat biang keringat akan sangat membuat tidak nyaman. Bayi mungkin menjadi lebih rewel dari biasanya ketika mengalami masalah ini. Lalu, bagaimana cara mengatasi biang keringat pada anak? Apa perlu ke dokter?

Biang keringat pada anak dapat diatasi dengan cara sederhana dengan mendinginkan kulit anak dengan lotion calamin. Namun, sebelumnya pastikan dulu bahwa kulit anak benar-benar dalam keadaan kering, tidak lembab atau berkeringat. Sebaiknya pilihlah baju-baju dari bahan katun yang dikenakan berlapis-lapis. Mandikan anak dengan air dingin, agar kulitnya sejuk dan segar. Kenali juga jenis kulit anak. Jika tergolong sensitif, jangan menyabuni bagian yang terkena gangguan, karena sabun bisa menimbulkan iritasi. Jika normal, pakailah sabun khusus anti-biang keringat. Bila peradangan cukup luas dan banyak, gunakan salep atau bedak yang mengandung zinc oksida dan vaselin putih. Segera konsultasikan masalah biang keringat ini dengan dokter  jika biang keringat berkembang menjadi luka parah karena garukan dan lecet-lecet, karena ada kemungkinan gangguan kulit yang diderita oleh anak Anda bukan hanya sekedar biang keringat, tapi penyakit lain.

*Sumber gambar : babyorganics.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here