Masalah Kecanduan Alkohol

SehatFresh.com – Alkoholisme yang juga dikenal sebagai kecanduan alkohol atau gangguan penggunaan alkohol, terjadi ketika seseorang minum terlalu banyak alkohol sehingga menyebabkan tubuhnya menjadi ketergantungan. Ketika ini terjadi, alkohol menjadi hal yang paling penting dalam hidup pecandunya. Tidak semua pengguna alkohol menjadi pecandu alkohol, tapi ini merupakan faktor risiko potensial. Seringkali, alkoholisme berkembang tiba-tiba dalam menanggapi perubahan stres kehidupan.

Memiliki teman dekat yang sering “minum” bisa sangat memberi pengaruh pada kebiasaan Anda minum alkohol. Cara minum alkohol yang ditampilkan secara glamor di berbagai media secara tidak langsung juga memberi pengaruh bahwa tidak masalah bila banyak minum alkohol. Bagi remaja, pengaruh orang tua, dan teman sebaya menjadi faktor risiko potensial yang bisa membuat mereka menjadi pecandu alkohol.

Beberapa orang mungkin minum alkohol hingga menyebabkan masalah, tapi mereka tidak secara fisik tergantung pada alkohol. Kondisi semacam ini disebut sebagai penyalahgunaan alkohol. Orang dengan kecanduan alkohol akan terus minum tanpa peduli konsekuensi yang akan ia tanggung nantinya. Mereka mungkin tahu bahwa alkohol berdampak negatif pada kehidupan mereka, tetapi ini tidak cukup menjadi alasan untuk membuat mereka berhenti minum.

Ketergantungan alkohol terjadi ketika Anda minum terlalu banyak sehingga terjadi perubahan kimia di otak. Perubahan ini meningkatkan perasaan menyenangkan ketika minum alkohol, sehingga membuat Anda ingin minum lebih sering. Alkoholisme biasanya berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Ketergantungan terhadap alkohol dapat menyebabkan Anda kehilangan kendali untuk berhenti minum. Orang yang kecanduan alkohol menjadi tidak bisa jauh dari alkohol, terus minum meskipun sudah mengalami banyak masalah akibat alkohol, serta merasa sangat menderita apabila tidak minum atau dijauhkan dari alkohol.

Alkoholisme dan penyalahgunaan alkohol dapat memengaruhi semua aspek kehidupan. Penggunaan alkohol jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, memengaruhi hampir setiap organ dalam tubuh, termasuk otak. Selain itu, alkoholisme juga dapat merusak stabilitas emosional, keuangan, karier, dan kemampuan dalam membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Alkoholisme dan penyalahgunaan alkohol juga dapat berdampak pada keluarga, teman dan orang-orang sekitar.

Sedikit alkohol, dikatakan oleh sejumlah ahli medis, mungkin bermanfaat bagi jantung, tapi jika terlalu banyak jelas akan menjadi racun, terutama pada hati. Pasalnya, hati adalah organ yang memetabolisme alkohol. Bagi Anda yang suka minum alkohol, penting untuk mengetahui dan memahami batasan jumlah alkohol yang bisa ditolerir oleh tubuh agar tidak membahayakan kesehatan. Berbagai sumber mendefinisikan 20 gram alkohol murni (2 takaran standar) bagi pria, dan 10 gram (1 takaran) bagi wanita per hari, adalah batasan aman untuk konsumsi alkohol.

Sumber gambar : www.cangcut.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY