Masalah Kegemukan Bagi Wanita

SehatFresh.com – Masalah selalu saja muncul bagi wanita yang memiliki masalah dengan kegemukan. Seperti kesulitan untuk memilih pakaian yang pas, kurang percaya diri hingga masalah akan timbulnya penyakit. Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki proporsi lemak tubuh yang tidak sehat dan abnormal. Untuk mengukur obesitas, peneliti biasanya menggunakan skala yang dikenal sebagai indeks massa tubuh (IMT). IMT dihitung dengan cara membagi berat badan (kilogram) dengan tinggi badan (meter) dalam kuadrat. IMT 25 sampai 29 dikategorikan sebagai kelebihan berat badan dan di atas 29 dikategorikan sebagai obesitas. IMT memberikan ukuran yang lebih akurat untuk obesitas atau kelebihan berat badan.

Obesitas telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Saat seseorang dinyatakan obesitas, bukan tidak mungkin orang tersebut berisiko terkena penyakit berbahaya lainnya. Obesitas telah menjadi momok penyebab berbagai jenis kanker. Pada masa pasca menopause, wanita yang menderita obesitas beresiko 40% lebih besar terkena penyakit kanker payudara.  Sebuah studi di Inggris menemukan bahwa wanita obesitas memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terkena kanker dibandingkan wanita yang lebih kurus.

Secara keseluruhan, studi Cancer Research UK menemukan bahwa wanita obesitas memiliki sekitar satu dari empat risiko mengembangkan kanker berkaitan dengan berat badan di masa hidup mereka. Jenis kanker tersebut termasuk kanker usus, kandung empedu, uterus, ginjal, pankreas dan esofagus, serta kanker payudara pasca-menopause. Studi tersebut menemukan bahwa di antara perempuan Inggris yang obesitas, 274 dari setiap 1.000 wanita akan mengembangkan kanker berat dalam hidup mereka, dibandingkan dengan 194 di setiap 1.000 wanita dengan berat badan yang sehat. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara pascamenopause. Risiko tinggi ini terlihat terutama pada wanita yang tidak pernah menggunakan terapi hormon menopause (MHT) dan untuk tumor yang mengekspresikan reseptor estrogen dan progesteron.

Peningkatan risiko kanker ini dikarenakan hormon estrogen pada wanita diproduksi di dalam sel-sel lemak. Penumpukan lemak di dalam tubuh bertanggung jawab dalam peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Semakin besar lemak yang Anda miliki, maka kadar hormon estrogen pun akan semakin tinggi sehingga memicu pertumbuhan tumor. Ukuran lingkar perut seorang wanita juga berpengaruh, karena lemak yang tertumpuk di bagian perut turut berperan dalam peningkatan resiko pengembangan kanker payudara.

Cara mencegah obesitas yang pertama adalah dengan mengatur pola makan. Makanan adalah faktor utama yang memengaruhi berat badan. Konsumsilah makanan yang banyak mengandung serat dan perbanyak mengkonsumsi air putih. Batasi konsumsi gula dan makanan berlemak serta hindari juga mengkonsumsi makanan berat di malam hari.

Selain pola makan sehat, olahraga dapat membantu dalam membakar lemak dan kalori di dalam tubuh. Selama ini banyak orang yang gagal melakukan diet dikarenakan olahraga yang tidak teratur. Rajin berolahraga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker payudara. Hal ini dikarenakan olahraga dapat menurunkan proses inflamasi (radang) di dalam tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, berolahraga juga dapat menurunkan kadar glukosa (gula) dan insulin di dalam aliran darah serta membantu proses metabolisme estrogen untuk meminimalkan risiko terjadinya kanker. Hindari juga tidur terlalu larut malam, pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup. Salah satu cara penunjang untuk mengatasi kegemukan adalah tidur selama 6 hingga 8 jam setiap malamnya.

Sumber gambar : impormasikesehatan.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here