Masalah Kehamilan Perbedaan Rhesus Ibu dan Janin

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada umumnya golongan darah biasa dikenal dengan sistem ABO. Rhesus darah adalah penggolongan darah berdasarkan antigennya. Rhesus darah manusia dibagi jadi 2, yaitu rhesus darah positif dan negatif. Perbedaan antara rhesus positif dan negatif adalah terletak pada kandungan antigen. Rhesus darah positif memiliki kandungan antigen, sedangkan rhesus negatif tidak memiliki kandungan antigen.

Kembali ke masalah kehamilan perbedaan rhesus ibu dan janin, perbedaan darah antara ibu dengan janin paling banyak terjadi jika ibu memiliki rhesus negatif, sedangkan janinnya mewarisi rhesus positif dari sang ayah. Meskipun darah ibu dan janin tidak bercampur dan mempunyai sirkulasi sendiri, biasanya dalam keadaan seperti itu darah bayi melakukan interaksi karena suatu proses tertentu.

Bila jenis darah janin tidak sesuai, maka ibu akan menghasilkan antibodi melawan sel-sel darah merah si janin. Selama masa kehamilan pertama, penderita dengan faktor darah rhesus negatif menjadi peka karena mudah mengenai faktor rhesus positif darah janin yang diwarisi dari ayahnya. Sehingga bisa saja antigen yang ada pada janin tidak sama dengan ibu. Akibatnya, imunitas ibu mendeteksi darah janin sebagai benda asing yang berbahaya dan mengeluarkan antibodi yang nantinya akan menempel pada antigen sel darah merah janin dan menghancurkannya.

Bahaya Perbedaan Rhesus Ibu dan Janin

Perbedaan rhesus antara ibu dan janin tidak terlalu berbahaya pada kehamilan pertama. Sebab, kemungkinan terbentuknya zat antibodi pada kehamilan pertama sangat kecil. Kalaupun sampai terbentuk, jumlahnya tidak banyak, sehingga bayi pertama dapat lahir dengan sehat. Pembentukan zat antibodi baru akan dimulai pada saat proses persalinan (atau keguguran) kehamilan pertama. Saat plasenta terlepas, pembuluh darah yang menghubungkan dinding rahim dengan plasenta juga terputus. Akibatnya, sel-sel darah merah bayi dapat masuk ke dalam dengan jumlah yang lebih besar. Selanjutnya, 48-72 jam setelah  persalinan atau keguguran, tubuh ibu dirangsang lagi untuk memproduksi zat antibodi atau antirhesus lebih banyak lagi. Kelak saat ibu mengandung lagi, zat antibodi/antirhesus di tubuh ibu akan menembus plasenta dan menyerang sel darah merah janin pada waktu kehamilan kedua.

Produksi antibodi ini sama halnya produksi antibodi pada umumnya, yaitu diproduksi ketika ada zat asing masuk dalam tubuh. Sekali ada makhluk asing yang sudah dikenali, maka antibodi akan melindungi ibu agar zat asing tersebut tidak muncul kembali sehingga tubuh ibu dapat menyerang dan menghancurkannya. Proses ini terjadi demi keselamatan sang ibu. Namun, kadar antibodi atau antirhesus pada setiap ibu berbeda-beda. Ada yang rendah, ada yang tinggi. Yang dikhawatirkan, adalah pada waktu antibodi kadarnya tinggi. Dalam kondisi ini, janin harus dipantau dengan alat ultrasonografi (USG). Dokter akan memanatu masalah pada pernapasan dan peredaran darah, pembesaran hati ata cairan paru-paru, yang merupakan gejala-gejala penderitaan bayi akibat rendahnya sel darah merah.

Pada beberapa kasus kadang-kadang diputuskan untuk melakukan persalinan lebih dini, dengan catatan usia janin sudah cukup kuat untuk dibesarkan di luar rahim. Gejala paling berat pada perbedaan rhesusdarah ibu dan janin adalah kematian janin. Gejala yang ada adalah bayi terlahir pucat lalu jadi kuning pada hari pertama setelah lahir, terdapat pembesaran limpa dan hati, tanda-tanda gagal jantung ( pembesaran jantung, distress pernafasan), bengkak seluruh tubuh (edema anasarka) dan kegagalan sirkulasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here