Masalah Memori di Usia Remaja

SehatFresh.com – Semua orang pasti pernah lupa, tapi kalau keseringan hal tersebut bisa dibilang tidak wajar. Ada sesuatu yang membuat otak menjadi lemah untuk mengingat sesuatu seperti orang yang sudah tua atau pikun. Bukan tidak mungkin, penurunan daya ingat terjadi di usia produktif, pada orang yang berusia muda termasuk remaja. Keseringan lupa bisa menjadi masalah bagi remaja. Pada dasarnya, lupa akan beberapa hal merupakan hal yang wajar dan normal, namun ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hal itu terjadi lebih sering, seperti depresi, disleksia, gangguan atensi, hipotiroidisme, kurang tidur dan penyalahgunaan zat. Namun, sebelum menyimpulkan bahwa anak Anda memiliki masalah serius, perlu diingat bahwa kemampuan organisasi meningkat seiring pertumbuhan remaja menjadi dewasa.

Depresi
Pengalaman hidup remaja tidak seperti orang dewasa. Mereka baru mulai mengembangkan keterampilan untuk merespon situasi yang mengganggu, sehingga hal ini mungkin menjadi beban pikiran bagi mereka yang bisa berujung pada depresi atau rasa cemas. Depresi atau kecemasan juga dapat menyebabkan kehilangan memori jangka pendek dan sulit berkonsentrasi. Tanda-tanda lain dari depresi termasuk penarikan dari keluarga, teman-teman dan kegiatan favorit serta perubahan nilai akademis dan pola tidur.

Disleksia
Penyandang disleksia cenderung memiliki kesulitan dengan membaca, mengeja dan menulis. Ternyata kondisi ini juga bisa menjadi penyebab disorganisasi dan lupa. Remaja disleksia mungkin mengalami penyimpangan memori jangka pendek yang membuatnya sulit untuk mengingat nomor telepon, ikuti daftar instruksi dan membuat catatan di sekolah.

Gangguan atensional
Remaja yang memiliki kesulitan belajar atau gangguan perhatian defisit mungkin cenderung menjadi pelupa karena bermasalah dengan keterampilan “fungsi eksekutif”. Fungsi eksekutif ini mencakup kemampuan untuk mengingat, mengatur dan menyelesaikan tugas serta membantu remaja terhubung pengalaman masa lalu untuk pilihan yang dibuat di masa sekarang. Remaja yang memiliki keterlambatan dalam pengembangan fungsi eksekutif cenderung membuat pilihan sosial yang buruk karena lupa akan pengalaman di masa lalu.

Hipotiroidisme
Orang dari segala usia, dari bayi sampai usia tua, mungkin mengalami masalah memori karena hipotiroidisme, atau kelenjar tiroid kurang aktif. Hipotiroidisme dapat menyebabkan masalah memori dan membuat konsentrasi sulit bagi remaja. Gejala lain yang mungkin menyertainya meliputi penambahan berat badan, depresi, kulit kering, kelemahan otot dan periode menstruasi yang tidak teratur pada remaja perempuan.

Masalah tidur
Kebiasaan tidur yang buruk, seperti berulang kali tidur terlambat meskipun harus bangun pagi-pagi juga dapat mengganggu memori. Masalah kurang tidur remaja juga dapat disebabkan oleh masalah yang lebih serius, seperti depresi dan insomnia. Gangguan tidur yang menyebabkan seseorang mendengkur keras dan berhentinya napas sementara saat tidur dapat menyebabkan rasa kantuk di siang hari sehingga membuat seseorang sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat.

Penyalahgunaan zat
Kelupaan parah mungkin juga menjadi sinyal peringatan bahwa remaja Anda menggunakan obat-obatan terlarang atau sering minum minuman keras. Marijuana atau ganja sangat memengaruhi fungsi memori jangka pendek.

Sumber gambar : littlebeancanbekiller.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY