Masalah Pernafasan Pada Bayi Baru Lahir

SehatFresh.com – Gangguan pernapasan merupakan salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan angka kematian pada masa neonatus (bayi baru lahir usia 0–28 hari). Bayi yang baru lahir beresiko terhadap berbagai penyakit paru-paru dan pernapasan. Risikonya menjadi lebih tinggi jika bayi lahir prematur. Namun, bayi yang lahir cukup bulan juga memiliki risiko.

Sebelum bayi lahir, paru-parunya dipenuhi cairan. Satu-satunya sumber oksigen melalui plasenta. Oleh karena itu, segera setelah lahir, paru-paru harus membersihkan cairan yang ada didalamnya agar dapat berfungsi untuk pertama kalinya. Namun, proses ini dihadapkan dengan berbagai tantangan, dan karena itu harus diawasi secara ketat oleh dokter sampai jelas bahwa bayi yang baru lahir bisa bernapas dengan baik.

Fungsi paru-paru yang tepat penting untuk pendistribusian oksigen ke seluruh bagian tubuh bayi yang baru lahir. Sebelum lahir, paru-paru janin harus mulai mengeluarkan surfaktan, zat cairan-seperti yang meningkatkan pertukaran oksigen antara udara dan paru-paru. Zat ini mengurangi tegangan permukaan, sehingga memungkinkan paru-paru untuk meluas. Sekresi surfaktan mutlak diperlukan untuk fungsi paru-paru, dan ini menjadi elemen kritis pada bayi prematur.

Berbagai masalah paru-paru yang dapat memengaruhi sekresi surfaktan yang tidak memadai, yang dikenal sebagai sindrom gangguan pernapasan. Ada juga kemungkinan masalah paru-paru akut selama kelahiran itu sendiri. Misalnya, bayi mungkin menghirup mekonium (kotoran atau feses yang dihasilkan bayi selama di dalam rahim), yang dapat memblokir paru-paru atau tenggorokan. Masalah seperti ini membutuhkan perhatian segera dari staf perawatan kesehatan.

Bayi yang dilahirkan antara 34 dan 37 minggu kehamilan memiliki peningkatan risiko yang signifikan dari masalah paru-paru daripada mereka yang lahir antara 37 dan 40 minggu. Komplikasi terkait masalah pernapasan ini adalah penyebab utama kematian pada bayi yang lahir prematur. Ini bisa menjadi masalah paru-paru akut pada saat lahir, atau kondisi kronis yang terus berlangsung sepanjang hidup. Peningkatan risiko tampaknya berlaku untuk bayi yang lahir prematur dengan bedah caesar dan yang lahir prematur melalui persalinan normal.

Apabila bayi lahir kemudian tidak langsung menangis atau bayi terlihat biru maka harus bertanya pada ahli medis mengenai kelainan apakah yang terdapat pada bayi. Pengobatan masalah pernapasan pada bayi baru lahir utamanya adalah upaya untuk menciptakan jalan napas yang memadai dan memasok oksigen yang cukup untuk jaringan tubuh.

Bayi dengan kesulitan bernapas yang parah mungkin perlu intubasi, di mana tabung akan diteruskan ke dalam saluran napas dan oksigen diberikan melalui ventilator. Bayi dengan sindrom gangguan pernapasan dapat diberikan surfaktan buatan melalui tabung yang ditempatkan di jalan napas. Seorang bayi yang mengalami masalah pernapasan yang terkait dengan infeksi mungkin perlu oksigen tambahan serta antibiotik untuk mengobati penyakit yang mendasarinya.

Sumber gambar : www.jendelaberita.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY