Masalah Persepsi Visual Pada Anak

SehatFresh.com – Persepsi visual didefinisikan sebagai kemampuan mata untuk mengambil dan menafsirkan informasi. Ini tidak hanya mencakup kemampuan melihat, tapi menerjemahkan gambar visual menjadi informasi sehingga otak dapat mengingat, mengatur, mengenali dan menggunakannya. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk memahami serta mengenali bentuk dan huruf. Menurut ahli optometri Michele Bessler dan Martin Birnbaum, di Amerika Serikat, satu dari empat anak memiliki masalah penglihatan, termasuk masalah persepsi visual, yang pada gilirannya akan memengaruhi prestasi akademik anak di sekolah.

Pada anak-anak, masalah persepsi visual dapat berdampak pada banyak bidang prestasi akademik. Dalam membaca, anak-anak bisa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf yang sama atau kata-kata yang mereka lihat sebelumnya. Kemampuan mengeja juga dipengaruhi dengan masalah persepsi visual. Menafsirkan matematika simbol, grafik, peta, grafik dan diagram juga bisa sulit bagi anak dengan masalah persepsi visual.

Komponen persepsi visual termasuk diskriminasi visual, memori visual, hubungan spasial dan integrasi motorik visual. Diskriminasi visual adalah kemampuan untuk melihat perbedaan atau kesamaan benda, bentuk dan tanda-tanda. Memori visual memungkinkan seorang anak untuk mengingat bentuk, ukuran dan lokasi suatu objek. Hubungan spasial untuk persepsi visual mengacu pada kemampuan anak untuk melihat sesuatu dan memahami hubungannya dengan lingkungan sekitarnya seperti memahami arah dan membaca peta. Integrasi motorik visual adalah kemampuan mata dan tangan untuk bekerja sama secara terkoordinasi.

Masalah persepsi visual pada anak-anak umumnya ditandai dengan keluhan ketegangan mata, kehilangan pandangan ketika membaca, membaca lambat dan masalah dengan mengenali bentuk dan menyalin huruf. Beberapa anak juga mungkin memiliki koordinasi mata dan tangan yang buruk untuk melakukan kemampuan motorik halus seperti mengikat tali sepatu, atau kegiatan motorik kasar seperti olahraga. Terkait hubungan spasial, anak dengan masalah persepsi visual mungkin mengalami kesulitan ketika menyusun puzzle.

Masalah persepsi visual umumnya dinilai oleh ahli optometri. Ada beberapa tes standar yang digunakan untuk mengukur keterampilan persepsi visual, seperti uji keterampilan visual perseptual dan uji perkembangan integrasi visual. Masalah persepsi visual biasanya ditangani melalui terapi visi yang ditujukan untuk memulihkan pengolahan dan menafsirkan informasi visual. Dengan bantuan terapi, kemampuan persepsi visual anak akan meningkat secara perlahan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan persepsi visual meliputi labirin, titi ke titik, teka-teki, gambar tersembunyi dan menyalin bentuk atau objek.

Sumber gambar : log.viva.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY