Masalah Seksual yang Paling Umum Pada Wanita

SehatFresh.com – Setiap orang akan mengalami semacam kesulitan seksual di beberapa titik dalam hidup mereka. Meski kasus setiap individu cenderung bervariasi, ada beberapa kekhawatiran seksual yang sifatnya cukup umum. Dua keprihatinan seksual teratas bagi wanita adalah libido rendah dan menjadi preorgasmic. Menurut survey, dilaporkan sekitar 40 persen wanita memiliki sedikit atau tidak ada keinginan untuk melakukan hubungan seks. Hal ini menjadi lebih umum seiring dengan penuaan. Selain itu, masalah seksual yang umum lainnya adalah banyak wanita yang sulit mencapai orgasme.

Kurang atau tidak ada hasrat seksual

Kurangnya hasrat (gangguan hasrat seksual hipoaktif) merupakan tren yang meningkat di antara para wanita (dan beberapa pria). Kurangnya keinginan sering akibat kurangnya waktu atau kelelahan untuk melakukan seks. Banyak faktor yang dicurigai memainkan peran dalam masalah ini, di mana penyebab umumnya adalah:

  • Masalah citra tubuh: Minder karena kondisi fisik bisa menjadi beban pikiran sehingga seks dirasa tidak menyenangkan. Citra tubuh terkait dengan harga diri, dan harga diri yang rendah terkait dengan hasrat seksual yang rendah pula.
  • Penuaan dan perubahan hormone: Perubahan yang terkait dengan menopause dapat berkontribusi terhadap berkurangnya minat wanita dalam hal seks. Hot flashes, berkeringat di malam hari, dan berat badan bisa berdampak pada perasaan dan keinginan seksual wanita. Selain itu, tingkat estrogen atau testosteron yang menurun juga dapat memengaruhi minat seksual dan gairah. Wanita yang telah mengalami menopause mungkin juga mengalami penurunan lubrikasi saat berhubungan seks, sehingga seks menjadi menyakitkan atau tidak menyenangkan.
  • Konflik dalam hubungan: Konflik dengan pasangan karena masalah sehari-hari seperti terkait masalah ekonomi, juga dapat mengurangi hasrat seksual.
  • Kondisi medis tertentu: Kondisi medis tertentu dapat memengaruhi hasrat seksual. Misalnya, depresi mungkin ditandai dengan gejala kurangnya minat pada seks. Depresi seringkali ditangani dengan obat yang dikenal sebagai selective serotonin reuptake inhibitor-(SSRI). Obat tersebut telah dikaitkan dengan disfungsi seksual pada banyak pasien. Salah satu efek samping yang umum adalah ketidakmampuan untuk mencapai orgasme. Efek samping ini dapat terjadi baik pada pria maupun wanita.

Sulit orgasme

Banyak wanita yang belum pernah merasakan pengalaman mencapai orgasme, baik dengan pasangan atau oleh dirinya sendiri. Kemungkinan penyebab dari kondisi ini adalah pelecehan seksual masa kanak-kanak atau ketidaktahuan umum tentang tubuh dan seks. Hal ini juga bisa terkait masalah hubungan dengan pasangan seperti kurangnya kepercayaan, takut akan keintiman, ketidakmampuan untuk “rileks” di tempat tidur, berpura-pura orgasme, pasangan tidak terampil, atau komunikasi yang buruk dengan pasangan. Biasanya pendekatan terbaik untuk masalah ini perlu melibatkan seksolog atau terapis seks untuk mengeksplorasi akar penyebabnya.

Sumber gambar : reps-id.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY