Masalah Tidur Di Akhir Masa Kehamilan

Sebagian besar wanita memiliki kesulitan tidur terparah selama trimester ketiga kehamilan. Perubahan fisik dan kimia dalam tubuh menyebabkan ketidaknyamanan di malam hari sehingga membuat waktu tidur Anda menjadi singkat. Seiring pertumbuhan bayi, kondisi perut juga semakin membesar. Hal ini dapat mengurangi kenyamanan tidur dan sulit berganti posisi tidur. Salah posisi tidur bisa menempatkan tekanan pada organ sehingga membuat Anda terbangun. Bagi kebanyakan wanita, hal ini terjadi setiap beberapa jam selama trimester ketiga. Akibatnya, Anda mungkin sulit untuk tidur nyenyak.

Terlepas dari posisi tidur ibu, bayi dalam kandungan yang semakin hari semakin berkembang menempatkan tekanan berlebih pada kandung kemih sehingga mendorong ibu untuk buang air kecil lebih sering dari sebelumnya. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya ibu mengurangi asupan cairan di waktu petang dan malam hari guna mengurangi dorongan untuk buang air kecil saat malam hari. Sebagai gantinya, ibu bisa menghidrasi tubuh di pagi dan sore hari.

Semakin membesarnya perut ibu menempatkan tekanan pada kaki sehingga berpotensi menyebabkan kaki kram dan sindrom kaki gelisah di malam hari. Mandi air hangat dapat membuat kaki lebih rileks sebelum tidur. Menekankan kaki pada dinding atau berdiri saat kram juga bisa membantu meringankan gejala. Kalsium juga membantu mengurangi kram, sedangkan besi, magnesium dan vitamin B12 dapat membantu mengurangi ketidaknyamnan sindrom kaki gelisah.

Perubahan hormonal yang menyertai kehamilan seringkali menyebabkan peningkatan nyeri ulu hati, yang mengganggu di malam hari. Hindari minuman berkarbonasi, cokelat, makanan asam, makanan pedas dan makanan berlemak untuk mengurangi gejala. Tinggikan kepala dan dada saat tidur untuk menjaga asam lambung dalam perut. Jika perlu, tanyakan pada dokter mengenai rekomendasi antasida yang aman.

Kecemasan selama kehamilan adalah normal, namun beberapa wanita menemukan diri mereka mengalami penurunan kualitas tidur karena masalah yang berkaitan dengan janin. Hindari membaca terlalu banyak informasi secara online, terutama sebelum tidur. Hal ini bisa membuat Anda mengasumsikan informasi yang didapat secara berlebihan dan akhirnya malah stres sendiri.

Penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Obstetri dan Ginekologi tahun 2011, melaporkan bahwa kurang tidur dapat membuat proses melahirkan menjadi lebih sulit. Posisi tidur bagi ibu hamil yang dianjurkan adalah ke sisi sebelah kiri untuk membatasi aliran darah ke bagian bawah badan. Anda boleh tidur bergantian sisi, tapi hindari posisi tidur telantang. Hal ini dikarenakan bisa mengurangi aliran darah ke rahim dan dapat menyebabkan nyeri punggung dan haemorrhoid (wasir) akibat tekanan yang berlebihan.

The Cleveland Clinic merekomendasikan penggunaan bantal untuk mendukung perut dan punggung. Menempatkan bantal di antara kaki sangat membantu dalam mendukung punggung bawah. Kidshealth juga merekomendasikan untuk menyempatkan tidur siang setidaknya satu jam untuk menebus kurangnya waktu tidur di malam hari.

*pic www.ibu-hamil.web.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY