Masih Remaja Mudah Lupa, Apa yang Salah?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada dasarnya, manusia tidak luput dari sifat lupa. Tak hanya para orang tua yang sudah lanjut usia, remaja yang usianya masih muda pun wajar bila sesekali lupa. Menurut para ahli, di awal masa remajanya, para remaja mungkin mulai menujukkan masalah memori, seperti mudah lupa. Jadwal sekolah yang padat ditambah aktivitas lainnya bisa membuat remaja kurang fokus sehingga ia cenderung mudah lupa akan sesuatu. Tapi, bagaimana jika masih remaja sering lupa? Apakah ada yang salah?

Lupa adalah hal yang wajar pada setiap orang, termasuk remaja. Tapi, sering lupa juga bisa menjadi tanda masalah tertentu. Penyebab remaja mudah lupa bermacam-macam. Berikut beberapa diantaranya:

  • Perkembangan otak yang belum sempurna

Di masa remaja, otak berkembang cepat sehingga tak heran bila remaja sudah pandai menganalisa, mengevaluasi, serta mampu berpikir kritis. Meski demikian, prefrontal cortex (bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori perencanaan, kewaspadaan dan pengendalian perilaku sosial) belum sepenuhnya sempurna untuk multi-tasking. Karenanya, ketika remaja dihadapkan dengan kegiatan harian yang padat belum lagi tugas sekolah yang menumpuk, wajar bila remaja menjadi kewalahan dan sering lupa.

  • Pola tidur yang buruk

Pola tidur yang buruk, seperti sering begadang, juga dapat mengganggu fungsi memori. Kurang tidur memicu kelelahan. Ketika tubuh lelah, seseorang bisa kehilangan kesadaran pada aktivitas yang dilakukannya sehingga memorinya tidak merekam dengan baik. Ketika kurang tidur menjadi kebiasaan (kurang dari 8 jam per hari), gangguan kesehatan lainnya pun bermunculan.

  • Depresi

Remaja belum memiliki coping skill yang baik ketika dihadapkan dengan suatu masalah. Karenanya, suatu masalah bisa menjadi sumber stres berkepanjangan hingga berujung depresi. Depresi dapat menyebabkan hilangnya memori jangka pendek dan sulit berkonsentrasi, serta gejala lainnya, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, perubahan pola tidur, dan menurunnya prestasi akademik.

  • Penyakit

Ada sejumlah penyakit di mana salah satu gejalanya adalah mudah lupa. Diantaranya hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), disleksia (kesulitan membaca, mengeja, dan menulis), dan ADHD (attention deficit-hyperactivity disorder).

  • Penyalahgunaan narkoba

Sering lupa juga dapat disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba. Salah satunya ganja, narkoba jenis ini dapat menyebabkan hilangnya memori jangka pendek. Gejala penyalahgunaan narkoba lainnya yang dapat dikenali antara lain mata merah, sering sakit, tubuh kurus, dan mudah tersinggung.

Jika memiliki anak yang mudah lupa, Anda sebagai orangtua dapat membantunya dengan mengajarkan beberapa teknik mengingat. Misalnya, dengan membuat memo atau catatan pada handphone atau memasang alarm pengingat ketika ada janji tertentu. Pastikan anak setiap hari beristirahat cukup dan sebaiknya tidak memaksa anak melakukan kegiatan tambahan di luar jam sekolahnya yang padat. Dorong anak untuk rutin berolahraga setiap hari karena selain membuat fisik bugar, juga dapat membantu menjaga fungsi otak. Jika sifat lupa anak menjadi kekhawatiran, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter. Terlebih bila ada gejala lain yang menyertainya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here