Mau ASI Lancar Setelah Melahirkan? Ini Dia Tipsnya!

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Air Susu Ibu (ASI) yang mengalir lancar setelah melahirkan adalah dambaan hampir setiap wanita. Sayangnya, tak semua wanita mengalaminya. Bagi yang tidak mengalami hal ini, ada tips agar ASI bisa lancar setelah melahirkan, lho!

Tubuh wanita hamil mulai menghasilkan ASI saat usia kehamilan trimester kedua dan ketiga. Hal ini terjadi secara alami sebagai reaksi tubuh yang akan segera melahirkan. Sesaat setelah persalinan, ASI ini umumnya akan segera keluar melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Sang ibu pun sangat dianjurkan untuk langsung menyusui bayi yang baru saja dilahirkan.

ASI sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. Usia bayi yang baik untuk mendapatkan ASI adalah saat mereka berusia 0–6 bulan. Pada rentang usia ini, bayi sangat membutuhkan asupan nutrisi yang banyak. Nutrisi terbanyak tersebut dapat ditemui di ASI.

Namun, sejumlah ibu mengalami kondisi ASI yang tidak lancar atau jumlahnya sedikit. Kondisi ini bukan berarti tanpa harapan. Berikut adalah beberapa tips untuk memperlancar ASI setelah melahirkan:

  • Tetap tenang dan jangan stres. Hal pertama yang harus dilakukan oleh ibu hamil yang ASI-nya tidak mengalir lancar adalah tidak panik. Kepanikan malah akan memperparah keadaan. Jadi, tetaplah bersikap tenang. Selain itu, stres juga dapat mengakibatkan produksi ASI berkurang.
  • Hypnobreastfeeding. Teknik ini dilakukan dengan memasukkan kalimat motivasi ke dalam pikiran bawah sadar ibu. Si ibu bisa membayangkan ASI sedang mengalir deras dan si bayi meminumnya dengan lahap. Bayangan ini akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar sehingga bisa memotivasi si ibu agar produksi ASI-nya lancar.
  • Kontak kulit dengan bayi. Seringlah melakukan kontak fisik dengan bayi. Hal ini dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan lebih banyak ASI.
  • Penuhi kebutuhan nutrisi. Penuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang. Hal ini bertujuan agar ASI yang keluar dapat lancar dan eksklusif.
  • Meningkatkan frekuensi menyusui. Menyusui langsung, memompa, atau memeras ASI bisa menciptakan produksi ASI yang banyak. Semakin jarang si ibu berusaha menyusui, maka makin berkurang produksi ASI-nya.
  • Kompres payudara. Mengompres payudara dengan air hangat dapat membantu merelaksasi otot-otot payudara si ibu. Relaksasi otot payudara ini akan sangat membantu ASI agar mudah keluar.
  • Minum air hangat. Meminum air hangat juga dapat merangsang tubuh agar menghasilkan hormon oksitosin dan hormon prolaktin. Kedua hormon ini sangat penting untuk melancarkan aliran ASI.
  • Merangsang putting. Produksi hormon oksitosin juga dapat ditingkatkan dengan melakukan stimulasi puting payudara. Stimulasi puting dapat dilakukan dengan menyentuh lembut atau memelintirnya secara perlahan.
  • Pijat. Beberapa dokter biasanya akan melakukan teknik pijat oksitosin untuk merangsang aliran ASI. Teknik ini dilakukan dengan memijat leher turun ke punggung menggunakan jari tengah atau jempol secara perlahan. Jika tidak ada dokter, sang suami bisa diminta untuk melakukan pijatan ini beberapa kali.
  • Konsumsi daun waluh dan daun katuk. Makanan tertentu bisa merangsang produksi ASI, seperti daun waluh dan daun katuk. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY