Mau Tetap Bercinta Tapi Takut Hamil? Ini Tipsnya!

www.sehatfrsh.com

SehatFresh.com – Anak merupakan anugerah yang tak ternilai. Namun, tak sedikit pasangan ingin menunda atau bahkan mencegah kehamilan dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Sejumlah cara pun dilakukan untuk mencegah kehamilan.

Nah, tips berikut bisa Anda coba untuk mencegah kehamilan, meski kegiatan hubungan badan tetap berjalan.

  • Ejakulasi di luar vagina

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan adalah dengan melakukan ejakulasi di luar vagina. Ejakulasi yang dilakukan di luar vagina ditujukan untuk menghindari bertemunya sel sperma dengan sel telur. Namun, tingkat keberhasilan cara tersebut hanya 81%. Alasannya adalah sel telur hanya membutuhkan satu sel sperma dari jutaan sperma yang dikeluarkan oleh pria agar terjadi pembuahan. Agar benar-benar tidak menimbulkan kehamilan, pihak pria harus tahu praejakulasi. Kebocoran saat pria mengalami praejakulasi bisa menimbulkan kehamilan. Kebocoran praejakulasi itu terjadi saat penis pria terangsang. Saat itulah penis sudah mengandung sperma.

  • Douching

Douching bisa digunakan untuk mencegah kehamilan. Caranya adalah dengan menyemprotkan cairan ke dalam vagina agar saluran vagina menjadi bersih dan mencegah kehamilan. Cairan yang disemprotkan bisa membunuh sel sperma saat sperma berusaha masuk ke dalam rahim dan membuahi se telur. Tapi, hindari menggunakan cairan douching yang justru menimbulkan infeksi dan jamur.

  • Di luar masa subur

Kehamilan hanya akan terjadi jika sel sperma bertemu sel telur yang matang. Sel telur yang siap dibuahi tersebut akan dikeluarkan setiap bulannya pada saat masa subur seorang wanita. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut. Peristiwa ini disebut ovulasi. Umumnya, ovulasi terjadi sekitar 12–14 hari sebelum hari pertama haid. Sebenarnya, hari ketika terjadi ovulasi bergantung pada siklus haid Anda. Jika siklus Anda pendek, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi dapat terjadi hanya beberapa hari setelah haid berakhir. Nah, masa subur Anda berkisar di sekitar waktu ovulasi, kira-kira dalam lima hari sebelum ovulasi terjadi. Umumnya, masa subur wanita adalah 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid sebelumnya. Ini berlaku bagi wanita yang mempunyai siklus haid teratur 28 hari. Hal yang menjadi tantangan adalah pada umumnya lama masa haid wanita bisa berubah dari waktu ke waktu, biasanya berlangsung dua sampai tujuh hari.

  • Alat kontrasepsi

Sekarang, sudah banyak alat kontrasepsi yang bisa digunakan, baik oleh wanita maupun pria. Spiral, suntik, dan kondom adalah beberapa di antaranya. Namun, Anda harus memahami betul apa kegunaan dan efek sampingnya sebelum menentukan jenis alat kontrasepsi yang akan digunakan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here